Media Kampung, Jakarta – Terminal Manggarai di Jakarta Selatan tengah mengalami revitalisasi untuk dijadikan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi utama di Ibu Kota. Pengembangan ini bertujuan menjadi simpul transit yang menghubungkan TransJakarta, LRT Jakarta, dan KRL Commuter Line guna memudahkan perpindahan antarmoda dan meningkatkan konektivitas transportasi publik.
Terminal Manggarai sendiri sempat mengalami penurunan aktivitas setelah berkurangnya layanan bus Kopaja dan Metromini. Namun, sejak revitalisasi yang dilakukan pada 2013 dan peresmian kembali sekitar 2014, kawasan ini mulai direvitalisasi secara menyeluruh. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengelola pengembangan kawasan TOD Manggarai yang mencakup integrasi antara Terminal Manggarai, Stasiun Manggarai, serta fasilitas penunjang seperti konektivitas pejalan kaki, ruang publik, hunian, dan aktivitas perkotaan lainnya.
Integrasi Moda Transportasi
Stasiun Manggarai merupakan salah satu stasiun tersibuk di Jakarta, melayani sekitar 162 ribu pelanggan setiap hari dengan 700 sampai 750 perjalanan kereta api. Tingginya mobilitas pengguna mengharuskan penataan kawasan secara terpadu agar perpindahan antarmoda menjadi lebih mudah dan efisien.
Kawasan TOD Manggarai memiliki luas sekitar 129 hektare, dengan sekitar 64 hektare lahan milik PT KAI. Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan fokus mengintegrasikan layanan KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, TransJakarta, Terminal Manggarai, dan LRT Jakarta. Integrasi ini tidak hanya memperkuat konektivitas transportasi, tetapi juga menghidupkan kembali kawasan yang sebelumnya kurang aktif.
Fasilitas dan Dampak Pengembangan
- Konektivitas Pejalan Kaki: Penataan jalur pejalan kaki yang nyaman dan aman untuk memudahkan perpindahan antar moda transportasi.
- Ruang Publik dan Hunian: Pengembangan ruang terbuka dan hunian yang mendukung aktivitas perkotaan sekitar kawasan TOD.
- Aktivitas Perkotaan: Penambahan fasilitas komersial dan sosial guna mendukung kehidupan masyarakat sekitar.
Dengan pengembangan ini, Terminal Manggarai diharapkan menjadi salah satu pusat konektivitas dan aktivitas baru di Jakarta Selatan, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan penggunaan transportasi publik.
Pengembangan kawasan TOD Manggarai merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi terintegrasi yang efisien dan berkelanjutan di Jakarta. Hal ini juga sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan transportasi dan ruang kota yang ramah bagi penggunanya.















Tinggalkan Balasan