Media Kampung – Pada 25 Agustus 2026, empat gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi secara bersamaan. Kejadian ini meliputi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.

Erupsi yang terjadi sejak pagi hingga siang hari tersebut mendapat pengawasan ketat dari Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Berikut rincian erupsi dan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat sekitar dan pengunjung:

Baca juga:

Gunung Anak Krakatau

Erupsi pertama terjadi pukul 06.56 WIB dan kembali pada pukul 10.11 WIB dengan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak yang berada 357 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut.

Rekomendasi keselamatan bagi masyarakat dan wisatawan adalah untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Gunung Semeru

Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada pukul 09.16 WIB. Kolom abu erupsi mencapai ketinggian 700 meter di atas puncak yang berada pada 4.376 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur laut.

PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak, serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan lahar hingga 17 km dari puncak. Selain itu, dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah puncak akibat bahaya lontaran batu pijar dan potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Baca juga:

Gunung Lewotobi Laki-Laki

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terjadi pada pukul 10.28 WITA. Kolom erupsi tidak teramati secara visual.

Masyarakat dan pengunjung disarankan tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi. Selain itu, perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung terutama saat hujan dengan intensitas tinggi di daerah sekitar seperti Dulipali, Padang Pasir, dan Nawakote. Penggunaan masker dianjurkan bagi masyarakat yang terdampak hujan abu untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Gunung Ibu

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, meletus pada pukul 10.39 WIT dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak yang berada di ketinggian 1.825 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke timur laut dan timur.

Rekomendasi untuk masyarakat dan pengunjung adalah tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 km dari kawah dan wilayah perluasan sektoral hingga 3,5 km ke arah utara dari bukaan kawah aktif. Penggunaan pelindung hidung, mulut, dan mata sangat dianjurkan saat terjadi hujan abu.

Baca juga:

Konteks Geologi dan Potensi Erupsi Bersamaan

Indonesia merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik, sebuah kawasan dengan aktivitas gunung api dan tektonik yang sangat tinggi karena pertemuan beberapa lempeng bumi. Letak geografis ini menyebabkan puluhan gunung api aktif di Indonesia, sehingga kemungkinan erupsi bersamaan secara statistik dapat terjadi.

Ketua Tim Kerja Gunung Api PVMBG, Heruningtyas Desi Purnamasari, menyatakan bahwa pengawasan dan mitigasi bencana sangat penting untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar gunung api aktif.

Peristiwa erupsi serentak ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam gunung api yang dapat berdampak luas bagi keselamatan dan aktivitas warga.