Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Hingga hari kedua penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan data tersebut berdasarkan pemutakhiran terbaru hingga Minggu (16/8) pukul 16.00 WIB. Korban meninggal tersebar di enam kabupaten terdampak yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Sikka, dan Ende.
- Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, sebanyak 25 orang.
- Manggarai Timur mencatat 20 korban meninggal.
- Manggarai Barat, Nagekeo, Sikka, dan Ende masing-masing mencatat 1, 1, 4, dan 2 korban meninggal.
Sementara itu, korban luka mencapai 135 orang yang saat ini menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat. Rinciannya, 12 orang di Sikka, 37 di Manggarai, 80 di Manggarai Timur, dan 6 di Manggarai Barat. Dari jumlah tersebut, beberapa mengalami luka berat dan sisanya luka ringan.
BNPB juga memastikan tidak ada laporan warga hilang akibat gempa ini. Abdul Muhari menjelaskan bahwa hingga sore hari tidak terdapat daftar pencarian orang di tujuh kabupaten terdampak berdasarkan laporan keluarga atau kerabat korban.
Meski demikian, Basarnas tetap menyiagakan personel di beberapa wilayah terdampak seperti Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat untuk mendukung pencarian dan pertolongan darurat.
Gempa ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah NTT, khususnya di enam kabupaten terdampak. Penanganan korban dan pemulihan kondisi menjadi fokus utama pemerintah dan lembaga terkait agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.














Tinggalkan Balasan