Media Kampung, Ruteng – Pemerintah pusat menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan salah satu lokasi terdampak gempa bumi di Flores. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pendampingan dan dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang mengalami dampak bencana.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah telah hadir sejak hari pertama pascagempa untuk melakukan peninjauan dan merumuskan percepatan proses pemulihan. Penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, dengan pembagian tugas yang spesifik untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan, termasuk daerah-daerah terisolasi seperti Kecamatan Palue di Kabupaten Sikka.

Baca juga:

Strategi Penanganan dan Distribusi Bantuan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan kesiapan dan pengerahan sumber daya logistik serta armada untuk mendukung proses penanganan bencana di lapangan. Bantuan logistik, termasuk 50.000 paket sembako dari Presiden RI, dikirim melalui Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, lalu didistribusikan ke Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere di NTT.

Posko Labuan Bajo melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada, sedangkan Posko Maumere mengkoordinasikan bantuan untuk Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Untuk menjangkau wilayah terisolasi, BNPB mengerahkan armada udara, laut, dan darat secara maksimal, termasuk enam pesawat di Labuan Bajo dan lima pesawat di Maumere, serta kapal Pelni dan kapal feri melalui jalur laut.

Data Korban dan Pendataan Kerusakan

Berdasarkan data terkini, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 54 jiwa. Pendataan korban luka-luka masih berlangsung secara dinamis. Pemerintah daerah diinstruksikan untuk melakukan pendataan kerusakan rumah dan fasilitas secara berjenjang dan detail dengan metode by name by address agar intervensi perbaikan dapat segera dilaksanakan tanpa menunggu data lengkap 100 persen.

Baca juga:

Prioritas utama adalah pendataan rumah warga yang rusak, baik ringan, sedang, maupun berat, disusul dengan pendataan kerusakan fasilitas umum seperti kantor pemerintahan.

Upacara HUT RI sebagai Simbol Kepedulian

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di lokasi terdampak gempa menjadi simbol nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendampingi proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana secara menyeluruh.

Koordinasi lintas kementerian/lembaga dan DPR RI terus dilakukan secara intensif, baik secara langsung maupun melalui video conference, untuk memastikan efektivitas masa tanggap darurat dan percepatan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Baca juga:

Kehadiran Menko PMK dan Kepala BNPB dalam upacara tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas nasional dan memperlihatkan bahwa pemerintah tidak meninggalkan warganya dalam situasi bencana.