Media Kampung, Malang – Arema FC memanfaatkan jeda kompetisi BRI Super League 2026/27 untuk memperkuat organisasi permainan dengan fokus pada peningkatan penguasaan bola. Dalam sesi latihan terbaru, tim Singo Edan berusaha memantapkan kekompakan pemain dalam menerapkan sistem permainan, baik saat bertahan maupun menyerang.
Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas, menekankan pentingnya organisasi permainan dan penguasaan bola. “Kami fokus memantapkan kekompakan tim serta menerapkan sistem permainan yang akan digunakan, baik saat bertahan maupun menyerang. Kami juga sangat menekankan aspek penguasaan bola,” ujar Andre. Dalam latihan, para pemain menggunakan sekitar 70 persen area lapangan untuk menjalankan berbagai skema permainan.
Latihan selama jeda kompetisi ini juga mencakup penerapan dua sistem permainan secara bergantian. Andre menjelaskan bahwa tujuan dari penerapan dua sistem tersebut adalah agar para pemain terbiasa dengan instruksi dalam berbagai situasi pertandingan. “Kami berganti-ganti di antara kedua sistem permainan ini, namun penguasaan bola tetap menjadi prinsip utama yang kami tekankan,” jelasnya.
Latihan ini merupakan bagian dari persiapan Arema FC sebelum bertanding melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Andre menekankan bahwa kebutuhan untuk meningkatkan penguasaan bola telah menjadi pembahasan penting setelah pertandingan sebelumnya melawan Persik Kediri. “Kami perlu lebih banyak menguasai bola dan menahannya, jadi aspek ini yang kami tekankan,” pungkasnya.













