Media Kampung, Denpasar – Jajaran keimigrasian di Bali terus memperkuat hubungan kerja sama dengan media massa sebagai bagian dari upaya memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat. Sinergi ini mencakup informasi tentang kebijakan, pelayanan, pengawasan, hingga penindakan di bidang keimigrasian.
Upaya memperkuat komunikasi dengan media diwujudkan melalui kegiatan Media Gathering bertajuk “Sinergi Media dalam Penguatan Publikasi Kinerja Keimigrasian di Bali”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar di Hotel Ibis Styles Bali Denpasar pada Kamis, 1 Oktober 2026. Sebanyak 31 mitra media turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yang berasal dari berbagai platform, mulai dari media cetak, elektronik, hingga online.
Kehadiran berbagai jenis media diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian di Bali. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Rudenim Denpasar Teguh Mentalyadi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Ramdhani, serta sejumlah pejabat lainnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Ramdhani, menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi tentang kinerja keimigrasian kepada masyarakat. Menurutnya, forum ini menjadi sarana komunikasi antara jajaran keimigrasian dan media agar informasi mengenai tugas serta fungsi keimigrasian dapat diterima masyarakat secara lebih luas. “Media gathering ini diharapkan menjadi ruang komunikasi antara jajaran keimigrasian dengan media dalam penyampaian informasi kepada publik,” ujar Ramdhani.
Selain mempertemukan jajaran pimpinan, forum ini juga melibatkan sejumlah satuan kerja keimigrasian di Bali, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Keterlibatan berbagai bidang membuat forum tidak hanya berfokus pada publikasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi media untuk berkomunikasi langsung dengan unsur yang menangani berbagai aspek keimigrasian.
Penguatan komunikasi dengan media dinilai relevan dengan tingginya aktivitas warga negara asing di Bali. Informasi mengenai keberadaan dan aktivitas WNA, pelayanan keimigrasian, izin tinggal, pengawasan, serta tindakan keimigrasian menjadi informasi yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Melalui komunikasi yang lebih intensif, jajaran imigrasi dapat menyampaikan berbagai kebijakan dan capaian kinerja kepada masyarakat melalui media.













