Media Kampung, Banyuwangi – Kemacetan yang berkepanjangan di Pelabuhan Ketapang menjadi perhatian serius karena berpotensi menurunkan kepercayaan wisatawan yang menuju Pulau Bali. Akses menuju Bali merupakan jalur strategis bagi sektor pariwisata nasional, sehingga gangguan kelancaran transportasi ini dapat berdampak negatif pada industri pariwisata.
Dampak Kemacetan terhadap Pariwisata
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menilai kemacetan yang terus berulang di Pelabuhan Ketapang tidak hanya mengganggu arus kendaraan, tetapi juga memengaruhi kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Menurut BHS, kondisi ini dapat mengurangi kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap kelancaran akses menuju Bali sebagai destinasi wisata utama.
Peran Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
BHS menekankan bahwa penanganan kemacetan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada ASDP (Badan Usaha Pelabuhan). Ia mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk ikut berpartisipasi dalam penguatan infrastruktur pelabuhan di sisi Gilimanuk, seperti yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui revitalisasi Dermaga Bulusan.
Selain itu, BHS bersama DPRD Banyuwangi, KSOP, BPTD, ASDP, dan pemangku kepentingan lainnya telah menyepakati langkah darurat untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan. Salah satu langkah konkret adalah memangkas waktu bongkar muat kapal dari 35 menit menjadi 15 menit agar arus kendaraan lebih lancar.
Menjaga Konektivitas dan Kepercayaan Publik
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator penyeberangan sangat penting untuk mengembalikan kelancaran konektivitas antara Jawa dan Bali. Langkah tersebut juga krusial untuk menjaga distribusi logistik serta mempertahankan kepercayaan publik, terutama menjelang libur akhir tahun yang biasanya meningkatkan volume penyeberangan.
Penanganan kemacetan di Pelabuhan Ketapang tidak hanya menjadi masalah lokal, tetapi memiliki dampak luas terhadap sektor pariwisata nasional yang mengandalkan akses lancar ke Bali. Upaya perbaikan infrastruktur dan peningkatan layanan diharapkan dapat mengatasi hambatan ini dan mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.











Tinggalkan Balasan