Media Kampung – Manajemen Real Madrid percaya bahwa UEFA akan segera mendepak Barcelona dari kompetisi Liga Champions setelah mengirimkan dokumen laporan setebal 50.000 halaman yang berisi bukti baru terkait skandal pembayaran kepada mantan Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol. Laporan ini, yang diklaim oleh pihak Madrid, mengandung informasi penting yang dapat mempercepat investigasi disipliner UEFA.
Dokumen komprehensif ini dikirim pada pertengahan Juni lalu dan diharapkan menjadi dasar bagi UEFA untuk mengambil tindakan tegas. Sebelumnya, UEFA sempat membekukan kasus ini sambil menunggu perkembangan penyelidikan hukum di Spanyol. Real Madrid kini berharap bahwa dengan bukti baru ini, UEFA tidak akan menunda sanksi terhadap Barcelona lebih lama lagi.
Menurut sumber internal, laporan yang disiapkan oleh Madrid melengkapi bukti yang telah dicari oleh penyelidik UEFA selama dua tahun terakhir. Dengan rincian transaksi keuangan mencurigakan, dokumen ini diyakini dapat menunjukkan upaya pengaturan pertandingan baik di level domestik maupun internasional.
UEFA memiliki regulasi ketat mengenai pelanggaran sportivitas, yang dapat berujung pada sanksi berat, termasuk pengusiran dari kompetisi Eropa selama satu musim penuh. Selain itu, Barcelona juga berpotensi menghadapi denda finansial yang signifikan.
Real Madrid juga telah mendaftarkan diri sebagai penggugat dalam persidangan di Spanyol untuk memastikan bahwa keadilan olahraga ditegakkan. Mereka menekankan pentingnya memisahkan ranah pidana dan sanksi olahraga, di mana klub dapat bebas dari tuntutan hukum di pengadilan namun tetap menerima hukuman dari federasi olahraga.
Kasus ini menjadi sorotan besar, mengingat pembayaran yang dilakukan Barcelona kepada pejabat wasit selama 15 tahun dianggap sebagai pelanggaran etika yang serius dalam sejarah sepak bola. Real Madrid menuntut agar UEFA segera mengambil tindakan disipliner darurat untuk menjaga integritas kompetisi.













