Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Mabes Polri mengirimkan 137 personel gabungan serta sejumlah bantuan logistik untuk membantu penanganan gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Personel dan bantuan tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu (15/8/2026).
Personel yang dikirim terdiri dari berbagai satuan, antara lain SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog, dan Propam. Dari total 137 personel, 101 di antaranya adalah anggota SAR Brimob dari Pasukan Pelopor yang akan fokus pada pencarian dan pertolongan korban terdampak gempa.
Selain personel, Mabes Polri juga mengirimkan bantuan logistik berupa 10 set tenda pleton, 10 unit wifi portable, serta 240 dus makanan cepat saji. Bantuan logistik ini dikirim menggunakan pesawat Polri jenis CN-295 dari Lanud Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Prioritas Penanganan dan Dukungan Polri
Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, menyatakan bahwa prioritas utama Polri adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, dan memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana di wilayah NTT, khususnya Flores. Polri juga menyiapkan anjing pelacak K-9 yang akan dikerahkan sesuai kebutuhan lapangan dan kesiapan sarana transportasi.
Selain personel dari Mabes Polri, dukungan juga disiapkan dari Polda terdekat seperti Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur, yang siap membantu apabila diperlukan.
Sinergi Penanggulangan Bencana
Penanganan bencana ini dilakukan secara sinergis antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, dan pihak terkait lainnya. Pengerahan kekuatan Polri akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan untuk memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian, pertolongan, pelayanan kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan mengurangi dampak bencana bagi masyarakat di NTT.














Tinggalkan Balasan