Media Kampung, Bojonegoro – Kodim 0813 Bojonegoro dan Polres Bojonegoro tidak mengadakan nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30SPKI pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2026. Kedua institusi tersebut menyatakan belum menerima instruksi resmi dari pimpinan masing-masing untuk kegiatan pemutaran film tersebut.
Tak Ada Instruksi Resmi dari Pimpinan
Perwira Seksi Intelijen Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Eeng Mamuro, mengonfirmasi bahwa hingga tanggal 30 September 2026, belum ada perintah dari Markas Besar TNI untuk menggelar pemutaran film Pengkhianatan G30SPKI. “Tidak ada perintah dari atasan untuk pemutaran film G30SPKI,” ujarnya.
Sikap serupa juga disampaikan oleh Polres Bojonegoro. Ipda Wafa dari Polres menyatakan pihaknya belum menerima surat perintah dari Mabes Polri terkait nobar film tersebut. “Memang hingga sekarang ini tidak ada surat perintah terkait nobar pemutaran film G30SPKI,” kata Wafa tanpa menjelaskan alasan lebih rinci.
Pengibaran Bendera Setengah Tiang oleh Pemkab Bojonegoro
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan perintah pengibaran bendera setengah tiang pada tanggal 30 September dan 1 Oktober 2026 sebagai bentuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Instruksi ini disampaikan melalui pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa, kemudian diteruskan ke masyarakat di tingkat RT dan RW.
Ketua RT 17 Kelurahan Klangon, Sunoto, membenarkan bahwa informasi pengibaran bendera setengah tiang sudah disebarkan di lingkungan mereka. Namun, hingga siang hari pada tanggal 30 September, belum ada informasi tentang rencana pemutaran film Pengkhianatan G30SPKI di instansi pemerintah atau komunitas masyarakat setempat.
Latar Belakang Film Pengkhianatan G30SPKI
Film Pengkhianatan G30SPKI adalah film drama sejarah Indonesia yang disutradarai oleh Arifin C. Noer dan dirilis pada tahun 1984. Film ini menggambarkan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) dan pembunuhan sejumlah perwira TNI Angkatan Darat. Narasi film ini mengikuti versi resmi pemerintah Indonesia pada masa Orde Baru yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Istilah G30S merujuk pada Gerakan 30 September, yang berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 1965, sementara istilah G30SPKI secara khusus digunakan dalam narasi Orde Baru untuk menegaskan keterlibatan PKI dalam peristiwa tersebut.
Sejarah Pemutaran Film
Pada periode 1980-an hingga 1990-an, film Pengkhianatan G30SPKI sering diputar di sekolah-sekolah, bioskop, dan instansi pemerintah sebagai bagian dari tradisi memperingati peristiwa G30S dan Hari Kesaktian Pancasila. Namun, pada peringatan tahun 2026 ini, Kodim dan Polres Bojonegoro memilih untuk tidak menggelar nobar film tersebut karena tidak adanya instruksi resmi.












Tinggalkan Balasan