Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Sekitar 400 personel Komponen Cadangan (Komcad) yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap dikerahkan untuk membantu penanganan korban bencana gempa bumi. Personel ini berada di sejumlah daerah seperti Sumba, Alor, dan Flores, dan telah terlibat langsung dalam kegiatan penanganan bencana di lapangan.
Peran Personel Komcad dalam Penanggulangan Bencana
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, menyatakan bahwa personel Komcad di NTT telah hadir secara langsung membantu proses evakuasi dan pemulihan pasca gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang terjadi di Kabupaten Ende, khususnya di Desa Bray, Ende Utara. Kegiatan tersebut meliputi pembersihan jalan yang tertutup tanah longsoran menggunakan alat berat seperti ekskavator.
Pelibatan Komcad dilakukan di bawah koordinasi dan kendali pemerintah daerah setempat, dengan dukungan institusi TNI di wilayah tersebut. Personel Komcad siap digerakkan secara cepat sesuai kebutuhan di lapangan.
Pendidikan dan Persiapan Personel Komcad
Kementerian Pertahanan juga sedang melaksanakan Pendidikan Komcad Gelombang ke-2, yang diikuti oleh 2.065 peserta dari 50 kementerian dan lembaga. Pendidikan ini berlangsung selama 1,5 bulan dan dijadwalkan selesai pada 8 Oktober 2026. Setelah menyelesaikan pendidikan, peserta akan menjadi bagian dari Komcad yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan bantuan sosial, termasuk penanganan bencana.
Koordinasi dengan TNI dan Pemerintah Daerah
Personel Komcad yang telah terlatih ini dapat segera dikerahkan melalui koordinasi dengan institusi TNI di wilayah NTT, baik TNI Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Hal ini memastikan respons cepat dan terintegrasi dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
Signifikansi Pelibatan Komcad
Pelibatan Komcad di NTT menambah kapasitas penanganan bencana di daerah yang rawan gempa ini. Dengan sumber daya yang lebih banyak dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan TNI, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien, memberikan bantuan yang tepat bagi korban gempa bumi.















Tinggalkan Balasan