Media Kampung, Riau – Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Pangdam Riau Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dengan janji kenaikan pangkat apabila keduanya berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau.
Janji ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju, Riau, pada Senin, 24 Agustus 2026. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kinerja jajaran aparat yang bekerja menangani bencana kebakaran yang berdampak luas.
Apresiasi dan Penilaian Kinerja
Prabowo menilai langkah-langkah preventif yang dilakukan oleh Pangdam dan Kapolda di Riau sudah cukup baik dan layak menjadi contoh penanganan karhutla bagi daerah lain. Dalam pertemuan tersebut, Presiden juga menanyakan masa jabatan keduanya selama bertugas di Riau.
Pangdam Agus mengungkapkan telah menjabat selama satu tahun, sementara Kapolda Herry sudah lebih dari satu tahun, tepatnya sekitar 17 bulan. Menanggapi hal ini, Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri segera mencari posisi yang lebih tinggi bagi keduanya setelah karhutla berhasil diatasi.
Komitmen Penanganan Karhutla
Presiden menegaskan bahwa kenaikan pangkat dan jabatan akan diberikan setelah penanganan karhutla selesai, terutama apabila kebakaran seluas sekitar 900 hektare dapat diatasi dengan baik. Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, Prabowo menegaskan sikapnya yang tegas namun adil, memberikan pujian kepada yang berprestasi dan kritik kepada yang tidak disiplin. Ia menekankan pentingnya integritas dan kinerja dalam penanganan bencana yang berdampak besar bagi masyarakat dan lingkungan.
Konteks Karhutla di Riau
Kebakaran hutan dan lahan di Riau merupakan persoalan tahunan yang menimbulkan dampak negatif luas, termasuk polusi udara, kerusakan ekosistem, dan gangguan kesehatan masyarakat. Upaya penanganan yang efektif menjadi prioritas pemerintah untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
Penanganan ini melibatkan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam melakukan pencegahan dan pemadaman kebakaran. Janji kenaikan pangkat dari Presiden menjadi salah satu bentuk dorongan agar aparat yang bertugas dapat bekerja maksimal.
Harapan ke Depan
Dengan adanya insentif dan apresiasi berupa kenaikan pangkat, diharapkan penanganan karhutla di Riau dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan yang kompleks ini.
Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi daerah lain dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana lingkungan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.














Tinggalkan Balasan