Media Kampung – BMH Sidoarjo, unit Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah, pada Selasa 5 Mei menyalurkan seratus paket sembako kepada warga lansia dan keluarga duafa di Desa Semambung, Kecamatan Jabon, Sidoarjo.

Distribusi dilakukan sebagai bagian dari rangkaian aksi sosial berkelanjutan menjelang Idul Adha, sekaligus menegaskan pentingnya budaya berbagi kepada masyarakat yang berada di wilayah pelosok dengan akses terbatas.

Manajer BMH Sidoarjo, S. Abdul Karim, menegaskan bahwa penyaluran ini melanjutkan program sebelumnya, termasuk pembangunan tujuh titik sumur bor di wilayah Sidoarjo untuk menyediakan air bersih yang layak.

“Bansos ini adalah lanjutan dari aksi sosial BMH Sidoarjo. Selain penyaluran sembako, kami juga telah merealisasikan 7 titik sumur bor yang tersebar di wilayah Sidoarjo untuk membantu warga mendapatkan akses air bersih yang layak,” ujarnya.

Sumur bor yang telah dibangun mencakup lokasi Semambung, Sentul Tanggulangin, Gedang Klutuk Tarik, Sawohan Buduran, dan Sedati, yang juga akan menjadi titik kegiatan rutin bulanan seperti skrining kesehatan dan pembagian beras.

Anggota DPRD Sidoarjo, Mohammad Rojik, memberikan apresiasi atas konsistensi BMH, menilai program tersebut sangat membantu masyarakat terpencil dan kurang mampu.

“Saya mengapresiasi BMH unit Sidoarjo yang telah peduli pada masyarakat Sidoarjo, terutama warga yang jauh dari perkotaan dan kurang mampu. Tak hanya paket sembako, BMH juga sangat aktif dan nyata hasilnya dengan membangun 7 sumur bor di daerah pelosok yang sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Parnoto, seorang penerima manfaat berusia 50 tahun, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima, menyebutkan bahwa paket sembako dan sumur bor sangat berarti bagi kelangsungan hidup keluarganya.

“Alhamdulillah, terima kasih BMH telah peduli pada warga Sidoarjo. Kami sangat terbantu, baik dengan bantuan sembako maupun pembangunan sumur‑sumur bor di daerah kami,” katanya.

BMH menargetkan program sosial ini akan berlanjut secara rutin, memperluas jangkauan ke desa‑desa pelosok lain di Sidoarjo, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah setempat mulai dari camat hingga lurah untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Rencana ke depan mencakup penambahan titik sumur bor baru, peningkatan frekuensi distribusi sembako, serta pelaksanaan program kesehatan bulanan yang melibatkan tenaga medis lokal.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, BMH berharap dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada bantuan sekali pakai.

Penguatan jaringan sosial ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga pelosok Jabon, menurunkan angka kemiskinan, serta memperbaiki kualitas hidup melalui akses air bersih dan pangan yang memadai.

Kegiatan serupa diperkirakan akan terus menjadi agenda utama BMH Sidoarjo menjelang hari‑hari besar keagamaan, memastikan bahwa semangat berbagi tidak hanya bersifat simbolik, melainkan terwujud dalam aksi nyata yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.