Media Kampung – Heidi Klum menggebrak red carpet Met Gala 2026 di New York dengan penampilan yang menyerupai patung marmer hidup, menjawab tantangan tema “Fashion is Art” secara totalitas.
Acara digelar pada Selasa, 5 Mei 2026, di Metropolitan Museum of Art, New York, dan menampilkan deretan selebriti yang berkompetisi dalam menafsirkan tema seni dalam fashion. Klum muncul dalam balutan gaun berlapis lateks dan spandex yang dipahat menyerupai tekstur batu, lengkap dengan riasan wajah yang meniru kilau marmer klasik.
Menurut laporan mediakampung.com yang merujuk pada wawancara Vogue, Klum menjelaskan, “Saya mulai dari Met. Saya berjalan‑jalan di dalam Met, dan berpikir ini sangat indah. Lipatan kainnya, semuanya marmer,” menegaskan inspirasi langsungnya dari koleksi seni di museum tersebut.
Kostum tersebut dirancang bersama penata rias lama, Mike Marino, yang telah lama bekerja dengan Klum dalam pesta Halloween tahunan. Marino menyatakan proses pembuatan memanfaatkan material lateks yang dibentuk dan dikerutkan sehingga menghasilkan efek tiga dimensi menyerupai patung kuno, mengadaptasi karya “Veiled Vestal” karya Raffaele Monti tahun 1847.
Waktu persiapan kostum dilaporkan hanya memakan 20 menit pada hari H, menurut pernyataan yang dikutip dari USA Today, menandakan tingkat profesionalisme tim kreatif yang terlibat.
Klm, yang lahir di Hamburg, Jerman pada 1 Juni 1973, memulai kariernya setelah memenangkan kontes Model 92 pada tahun 1992. Ia kemudian menjadi wajah utama dalam kampanye Sports Illustrated Swimsuit Issue dan meraih popularitas global sebagai Victoria’s Secret Angel serta pembawa acara pertunjukan tahunan Victoria’s Secret Fashion Show antara 2002 hingga 2009.
Setelah meninggalkan runway, Klum mengalihkan fokus menjadi produser eksekutif dan host program realitas, termasuk “Project Runway” dan “Germany’s Next Topmodel,” memperkuat posisinya sebagai pengusaha fashion dengan merek pakaian, parfum, dan produk kecantikan.
Kreativitasnya tidak berhenti di panggung runway. Setiap Oktober, Klum mengadakan pesta Halloween yang dikenal karena kostum ekstrem, mulai dari karakter E.T., Medusa, hingga cacing, yang selalu menjadi sorotan media sosial dan mengundang jutaan penonton.
Penampilan patung di Met Gala menjadi lanjutan logika estetika tersebut, menggabungkan unsur seni klasik dengan teknologi tekstil modern. Kostum tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, melainkan juga instalasi seni bergerak, menciptakan dialog antara fashion dan museum.
Reaksi publik di media sosial menunjukkan kegembiraan sekaligus kekaguman. Pengguna Instagram mencatat, “Saya mencintai fashion, saya mencintai seni, dan saya sangat menyukai ketika keduanya bertemu,” menegaskan keberhasilan Klum menyatukan dua dunia tersebut.
Para kritikus mode dunia pun memberikan pujian. Salah satu kritikus menulis, “Penampilan ini memukau dan menginspirasi, menegaskan bahwa fashion dapat menjadi karya seni yang hidup,” menambah nilai reputasi Klum di industri mode.
Dengan kostum patung tersebut, Klum tidak hanya mencuri sorotan pada malam itu, tetapi juga menegaskan identitasnya sebagai “Ratu Kostum” yang selalu berani mengambil risiko kreatif. Keberhasilan ini menambah babak baru dalam kariernya yang terus berkembang, mengukuhkan posisi sebagai ikon global yang menginspirasi generasi muda dalam bidang fashion dan seni.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan