Media Kampung – Polresta Banyuwangi memperkuat upaya antisipasi potensi konflik sosial melalui program Sabuk Kamtibmas pada Kamis, 30 April 2026.
Apel Sabuk Kamtibmas dipimpin Kapolresta Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, yang menekankan pentingnya sinergi antara polisi dan elemen masyarakat.
Acara tersebut mengundang perwakilan tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta unsur keamanan lokal untuk bersama menjaga keamanan wilayah.
Rofiq menegaskan bahwa deteksi dini gangguan dapat dilakukan oleh warga yang berada di garis depan lingkungan masing-masing.
Ia menambah bahwa peran masyarakat tidak hanya sebagai saksi, melainkan sebagai agen pendingin yang dapat meredam ketegangan sebelum meluas.
Pendekatan ini diharapkan menurunkan risiko benturan sosial yang dapat mengganggu iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Polresta Banyuwangi juga menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral antar lembaga untuk mempercepat respons penanganan masalah di lapangan.
Kolaborasi lintas sektor meliputi dinas sosial, dinas pendidikan, serta lembaga keagamaan yang masing‑masing memiliki jaringan luas di masyarakat.
Kegiatan Sabuk Kamtibmas mencakup pelatihan singkat bagi warga tentang cara melaporkan potensi konflik secara cepat dan tepat.
Selain itu, polisi memberikan panduan tentang penggunaan media sosial secara bertanggung jawab agar tidak memicu provokasi.
Data awal menunjukkan penurunan laporan kerusuhan kecil selama tiga minggu pertama setelah pelaksanaan program.
Penurunan tersebut dianggap sebagai bukti efektifitas strategi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan.
Rofiq juga menyampaikan rencana memperluas zona Sabuk Kamtibmas ke kecamatan lain yang memiliki potensi konflik serupa.
Target jangka panjang adalah menciptakan budaya keamanan bersama yang bersifat berkelanjutan dan tidak bergantung pada intervensi satu kali.
Kepolisian setempat berkomitmen menyediakan sumber daya manusia dan peralatan yang mendukung kegiatan monitoring dan penyuluhan.
Masyarakat yang terlibat diberikan penghargaan simbolis sebagai motivasi untuk terus berperan aktif dalam menciptakan kedamaian.
Program ini juga selaras dengan kebijakan nasional tentang pencegahan radikalisme dan upaya memperkuat ketahanan sosial.
Para ahli keamanan menilai bahwa model Sabuk Kamtibmas dapat dijadikan contoh bagi daerah lain yang menghadapi dinamika sosial kompleks.
Pemerintah daerah mendukung inisiatif tersebut dengan menyediakan anggaran untuk pelatihan, materi edukasi, dan fasilitas komunikasi.
Keberhasilan program diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan serta memperkuat rasa aman warga.
Saat ini, Polresta Banyuwangi terus memantau situasi dan berjanji akan melanjutkan upaya kolaboratif guna menjaga stabilitas wilayah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan