Media Kampung – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan klaim bahwa Iran pernah berupaya membunuh salah satu putranya. Pernyataan ini disampaikan saat Netanyahu berbicara dalam wawancara melalui telepon dengan stasiun televisi Israel Channel 14 pada 24 Agustus 2026.

Netanyahu menegaskan bahwa upaya pembunuhan tersebut bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, sehingga perlindungan keamanan bagi keluarganya menjadi prioritas utama. Namun, ia tidak menjelaskan kapan kejadian tersebut terjadi, siapa putranya yang menjadi target, maupun detail dari rencana tersebut.

Baca juga:

Konteks Klaim Netanyahu

<pPernyataan Netanyahu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari 2026. Dalam perang tersebut, beberapa tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas.

Selain mengungkap klaim tersebut, Netanyahu juga menyoroti pentingnya perlindungan keamanan bagi para kandidat perdana menteri menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Ia mengatakan telah meminta Kepala Shin Bet, David Zini, untuk memastikan bahwa setiap calon perdana menteri mendapatkan perlindungan yang memadai.

Isu Keamanan Calon Perdana Menteri

Permintaan Netanyahu berkaitan dengan laporan bahwa David Zini menolak memberikan perlindungan keamanan kepada Gadi Eisenkot, salah satu rival politik Netanyahu. Zini beralasan tidak ada indikasi ancaman yang mengarah kepada Eisenkot. Namun, Netanyahu menegaskan bahwa situasi keamanan saat ini tidak dapat dianggap enteng.

Baca juga:

Gadi Eisenkot, yang merupakan mantan Kepala Staf Militer Israel, diperkirakan akan memperoleh kursi terbanyak dalam pemilihan umum nanti. Meski demikian, perolehan kursi terbanyak tidak menjamin pembentukan pemerintahan karena Israel menggunakan sistem koalisi.

Dampak Politik dan Keamanan

Ketegangan yang meningkat antara Israel dan Iran telah menjadi latar belakang penting dalam dinamika politik Israel saat ini. Klaim Netanyahu menyoroti risiko keamanan yang dihadapi oleh tokoh-tokoh politik dan keluarganya, yang berdampak pada kebutuhan perlindungan ekstra selama masa kampanye pemilihan umum.

Netanyahu sendiri menghadapi tekanan politik, dengan koalisinya tertinggal dalam beberapa survei menjelang pemilu. Keamanan kandidat dan keluarganya menjadi bagian penting dari diskusi publik dan strategi politik.

Baca juga:

Respons Iran dan Informasi Tambahan

Sampai saat ini, perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York belum memberikan tanggapan atas klaim Netanyahu tersebut. Selain itu, Netanyahu tidak mengungkapkan identitas putra yang menjadi target maupun detail lebih lanjut mengenai dugaan upaya pembunuhan.

Putra sulung Netanyahu, Yair Netanyahu, diketahui tinggal di Miami, Amerika Serikat, namun tidak ada pernyataan resmi mengenai keterlibatan atau ancaman langsung terhadapnya.