Media Kampung, Palembang – Masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, menggelar Salat Istisqa pada 25 Agustus 2026 sebagai bentuk doa memohon hujan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas selama musim kemarau panjang tahun ini.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang, sepanjang Januari hingga Mei 2026, terjadi sembilan insiden karhutla di wilayah tersebut. Namun, angka ini meningkat drastis pada puncak musim kemarau, yakni Juni hingga Juli 2026, dengan 50 kejadian karhutla tercatat.
Salat Istisqa yang dilaksanakan di halaman Griya Agung Palembang merupakan upaya pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan masyarakat setempat untuk memohon hujan agar kabut asap akibat kebakaran lahan segera berkurang dan kualitas udara membaik.
Kondisi Karhutla di Palembang
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara signifikan pada pertengahan tahun ini berdampak luas, menyebabkan kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang dan sekitarnya. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan berisiko terhadap kesehatan.
Peningkatan jumlah kejadian karhutla pada musim kemarau ini sejalan dengan tren cuaca kering yang berkepanjangan, memperburuk kondisi lingkungan dan menghambat upaya penanggulangan kebakaran.
Peran Salat Istisqa dalam Penanganan Karhutla
Salat Istisqa adalah ibadah khusus dalam Islam yang dilakukan untuk memohon hujan saat musim kemarau panjang atau saat terjadi kekeringan yang berdampak negatif. Pelaksanaan salat ini menjadi simbol harapan dan kepasrahan masyarakat terhadap kondisi alam yang sedang sulit.
Selain aspek spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan pencegahan terjadinya kebakaran lahan.
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla
- Pengawasan ketat di wilayah rawan kebakaran oleh pemerintah dan aparat terkait.
- Pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan karhutla.
- Penggunaan teknologi pemantauan dini untuk mendeteksi titik api secara cepat.
- Kerja sama antarinstansi dan komunitas dalam penanggulangan kebakaran.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan serius yang memerlukan pendekatan terpadu antara upaya preventif, penanganan cepat, dan dukungan masyarakat. Salat Istisqa sebagai bentuk doa bersama menambah kekuatan moral dan spiritual masyarakat dalam menghadapi situasi ini.
Dengan harapan agar hujan segera turun, kualitas udara di Palembang kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali, serta kerusakan lingkungan akibat karhutla dapat diminimalkan.















Tinggalkan Balasan