Media Kampung, Ende – Pascagempa yang melanda wilayah Flores, pelaksanaan Misa di Gereja Santo Mikhael Kotabaru, Ende, Nusa Tenggara Timur sementara waktu dilakukan di halaman gereja. Sekitar 300 umat Katolik tetap antusias mengikuti Misa pagi pukul 07.30 WITA meskipun harus beribadah di ruang terbuka.

Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut anjuran Keuskupan Ende untuk menjaga keselamatan umat selama masa tanggap darurat gempa. Romo Inosensius Sokka, Paroki Gereja Santo Mikhael, menyampaikan bahwa Misa di luar gedung akan berlangsung hingga 28 Agustus 2026.

Baca juga:

Kondisi bangunan gereja secara umum masih bisa digunakan, namun terdapat kerusakan signifikan pada beberapa bagian, seperti keretakan di area Gua Maria dan lampu altar yang jatuh akibat gempa. Kerusakan ini menjadi alasan utama pelaksanaan peribadatan sementara di halaman gereja.

Bantuan Perbaikan Gereja

Romo Inosensius mengungkapkan kebutuhan mendesak akan bantuan bahan bangunan seperti semen untuk memperbaiki bagian gereja yang rusak. Bantuan dari masyarakat dan pihak terkait sangat diharapkan agar proses perbaikan dapat segera dilakukan.

Baca juga:

Semangat Ibadah Umat Tetap Terjaga

Meski kondisi memaksa umat beribadah di ruang terbuka, antusiasme mereka tidak berkurang. Sekitar 300 umat hadir, dengan para perempuan mengenakan kain khas Ende dan laki-laki berpakaian rapi. Suasana Misa berlangsung khidmat di bawah langit pagi yang cerah.

Bagi umat, bencana bukan penghalang untuk mempertahankan kehidupan iman. Mereka berkumpul dan berdoa bersama, berharap kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit serta dijauhkan dari gempa susulan.

Baca juga:

Pelaksanaan Misa di halaman Gereja Santo Mikhael menjadi simbol keteguhan iman dan solidaritas umat Katolik Ende di tengah tantangan bencana alam. Mereka menanti waktu yang aman untuk kembali beribadah di dalam gedung gereja.