Media Kampung, Kalimantan – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat untuk menggunakan masker saat aktivitas di luar ruangan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan intensitas asap tinggi. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dapat membahayakan kesehatan.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen Djohan Darmawan, menyatakan bahwa kualitas udara di beberapa wilayah telah melampaui ambang batas aman, terutama pada pagi hari. Pemerintah pusat dan daerah telah menyalurkan masker kepada warga terdampak sebagai upaya mitigasi langsung terhadap dampak asap karhutla.
Tantangan Penanganan Karhutla di Lahan Gambut
Penanganan kebakaran di lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama. Api yang telah dipadamkan di lahan gambut berpotensi menyala kembali ketika tertiup angin karena kedalaman gambut yang bervariasi di tiap provinsi. Kondisi ini memperumit upaya pemadaman dan memerlukan koordinasi serta sumber daya yang optimal.
Operasi Modifikasi Cuaca dan Dukungan Penanganan
BNPB juga menyiagakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu pemadaman dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan pada periode 23-27 Agustus, khususnya di Kalimantan Barat. BMKG memperkirakan adanya pertumbuhan awan yang dapat dimanfaatkan untuk penyemaian hujan buatan guna mempercepat pemadaman api.
Pemerintah daerah dan satuan teritorial terus mengoptimalkan dukungan berupa personel, peralatan, dan logistik untuk memperkuat Satuan Tugas Darat dalam penanganan karhutla. Penebalan dukungan logistik dan alat-alat pemadam terus dilakukan demi mengatasi kebakaran yang meluas.
Imbauan untuk Masyarakat
BNPB mengimbau warga yang berada di daerah terdampak agar:
- Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat intensitas asap tinggi.
- Mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA.
Imbauan ini penting mengingat dampak asap karhutla yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang pada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.
Upaya terpadu dari pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat diharapkan dapat mencegah meluasnya kebakaran dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.













Tinggalkan Balasan