Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Jumlah pengungsi akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus meningkat hingga mencapai 150.576 jiwa per Sabtu, 23 Agustus 2026. Data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan lonjakan signifikan dari angka sebelumnya sekitar 113 ribu orang.

Peningkatan ini terjadi seiring dengan masih seringnya gempa susulan yang dirasakan masyarakat di wilayah terdampak. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 5.012 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 kali gempa susulan langsung dirasakan oleh warga.

Baca juga:

Wilayah Terdampak dan Jumlah Pengungsi

Data BNPB mengungkapkan tiga kabupaten dengan jumlah pengungsi terbanyak adalah Kabupaten Manggarai dengan 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo sebanyak 34.256 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa. Angka ini menunjukkan dampak luas gempa terhadap penduduk di kawasan tersebut, yang memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.

Respons dan Bantuan

Dalam menanggapi kondisi ini, pihak Polda NTT memberikan terapi psikologi kepada warga pengungsi untuk membantu mengatasi trauma dan ketakutan akibat gempa susulan yang terus berlangsung. Terapi ini merupakan bagian dari upaya penanganan bencana yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat terdampak.

Baca juga:

Gempa Susulan dan Kondisi Terkini

Gempa susulan masih menjadi ancaman nyata di NTT, dengan frekuensi yang cukup tinggi. Hal ini memperpanjang ketidakpastian dan kesulitan bagi warga yang sudah mengalami kehilangan tempat tinggal. BNPB terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana.

Situasi ini menuntut koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah, BNPB, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait untuk memastikan pengungsi mendapatkan bantuan yang memadai, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat pengungsian yang layak.

Baca juga:

Kesadaran dan Kesiapsiagaan

Peristiwa gempa besar ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Peningkatan jumlah pengungsi dan gempa susulan yang masih terjadi menuntut langkah-langkah mitigasi yang efektif serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar dampak bencana dapat diminimalisir di masa depan.