Perseteruan Hukum Ftima Bosch dan Nawat Itsaragrisil
Media Kampung – Perseteruan antara Miss Universe 2025 Ftima Bosch dan Nawat Itsaragrisil, Direktur Nasional Miss Universe Thailand sekaligus Presiden Miss Grand International, semakin memanas dengan adanya laporan hukum yang berpotensi menjerat Ftima. Nawat mempercepat proses penerbitan surat perintah penangkapan terhadap Ftima akibat tuduhan pencemaran nama baik, penyebaran informasi palsu, dan tuduhan palsu.
Dalam laporan tersebut, Nawat mengklaim telah memiliki bukti kuat untuk mendukung tuduhannya. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada perkembangan terbaru mengenai proses hukum tersebut.
Dukungan Miss Universe Organization
Miss Universe Organization (MUO) memberikan dukungan penuh kepada Ftima Bosch. MUO menegaskan bahwa segala bentuk perlakuan buruk terhadap perempuan, termasuk kekerasan, intimidasi, penghinaan, dan sikap tidak hormat, tidak dapat diterima. Organisasi ini menekankan pentingnya rasa hormat serta hak perempuan untuk menyuarakan pendapat dan membela martabatnya.
MUO menyatakan bahwa tidak seharusnya ada perempuan yang merasa harus diam demi mempertahankan kesempatan, posisi, gelar, atau impiannya. Pernyataan tersebut juga didukung oleh berbagai pihak dari berbagai generasi, termasuk para pemegang gelar, National Director, mantan pemenang Miss Universe, dan delegasi.
Latar Belakang Konflik
Perseteruan antara Ftima Bosch dan Nawat Itsaragrisil bermula pada 4 November 2025 saat rangkaian kegiatan Miss Universe di Thailand. Konflik mencuat saat penyerahan selempang ketika Ftima tidak hadir dalam sesi pemotretan sponsor. Nawat menegur Ftima yang kemudian berujung pada perdebatan panas.
Ftima merasa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dan menyatakan bahwa Nawat menyebutnya bodoh. Akibat hal ini, Ftima memutuskan meninggalkan ruangan, disusul solidaritas dari beberapa finalis lain seperti Miss Iraq, Miss Palestina, dan Miss Universe 2024 Victoria Kjr Theilvig.
Perjalanan Ftima Bosch dalam Miss Universe 2025
Meski konflik berlangsung, Ftima tetap melanjutkan kompetisi dan akhirnya dinobatkan sebagai Miss Universe 2025. Kemenangan ini menandai keberhasilan perempuan kelahiran tahun 2000 tersebut di ajang kecantikan internasional bergengsi tersebut.
Perkembangan Terbaru dan Implikasi
Walaupun ajang Miss Universe 2025 telah usai, perseteruan hukum antara Ftima Bosch dan Nawat Itsaragrisil masih berlangsung. Upaya Nawat untuk mempercepat proses penangkapan Ftima terkait laporan pencemaran nama baik menjadi sorotan publik dan menimbulkan berbagai reaksi, terutama dari komunitas Miss Universe dan pendukung hak perempuan.
Kasus ini menjadi penting sebagai refleksi atas perlakuan terhadap perempuan di dunia hiburan dan kompetisi internasional, serta bagaimana sistem hukum menangani sengketa yang melibatkan figur publik.















Tinggalkan Balasan