Media Kampung – Konsep mindfulness yang selama ini identik dengan meditasi atau yoga, kini merambah ke kebiasaan konsumsi sehari-hari. Tren mindful consumption atau konsumsi penuh kesadaran menjadi sorotan karena diyakini mampu mengurangi pemborosan, menjaga kesehatan, dan menekan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebuah studi bahkan mengungkap bahwa praktik ini berkorelasi dengan rasa cukup dan menjadi bentuk menyayangi diri sendiri.
Penelitian menunjukkan bahwa mindful consumption membantu seseorang lebih menghargai apa yang dimiliki, membuat keputusan konsumsi lebih bijak, serta mengurangi stres akibat keinginan yang tak terkendali. The Conversation dalam studi kasusnya menggambarkan situasi saat seseorang dihadapkan pada diskon dan promosi produk teknologi di e-commerce. Dengan menerapkan mindful consumption, individu diajak bertanya: “Apakah saya benar-benar memerlukan gawai ini? Apakah saya mampu membayar cicilan dan bunganya? Adakah alternatif lain selain membeli?” Pertanyaan-pertanyaan ini membantu melihat konsekuensi di masa depan.
Praktik mindful consumption tidak terbatas pada belanja barang, melainkan juga berlaku pada asupan harian. Banyak orang tergiur promo makanan dan minuman tanpa mempertimbangkan kandungan gizi. Jika dibiarkan, pola konsumsi ini dapat mengganggu kesehatan. Kesadaran akan hal ini mendorong masyarakat untuk lebih bijak, misalnya dengan memilih produk rendah gula. Tren less sugar pun kian populer, didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendorong perusahaan mengurangi kandungan gula dalam produk mereka.
Survei Home Tester Indonesia pada Mei 2026 terhadap 800 anggotanya mengungkapkan bahwa 9 dari 10 orang menilai Teh Pucuk Harum Less Sugar sebagai minuman kemasan paling enak dibanding produk less sugar lain. Teh ini dibuat dari 100 persen pucuk daun teh pilihan, sehingga rasanya tetap nikmat tanpa rasa hambar atau pahit meski kandungan gulanya lebih rendah. Produk ini sudah tersedia di toko kelontong, minimarket, dan supermarket terdekat.
Mindful consumption menjadi tren yang relevan di tengah maraknya konsumsi berlebihan. Dengan menerapkan kesadaran penuh saat membeli atau mengonsumsi sesuatu, masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Langkah sederhana seperti memilih produk less sugar atau bertanya sebelum membeli barang elektronik bisa menjadi awal perubahan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan