Media Kampung – Sensus Ekonomi 2026 tengah berlangsung dengan berbagai persiapan dan tantangan yang harus diatasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di berbagai daerah. Kegiatan pendataan ini sangat penting sebagai dasar untuk mengukur kondisi ekonomi secara menyeluruh dan mendukung perencanaan pembangunan nasional.

Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Karangasem, Bali, dan Tarakan, Kalimantan Utara, melibatkan ribuan petugas yang bekerja keras untuk mengumpulkan data dari berbagai usaha dan rumah tangga. Di Karangasem, misalnya, sebanyak 515 petugas dikerahkan untuk mendata sekitar 196.866 usaha dan keluarga yang tersebar di delapan kecamatan. Namun, capaian pendataan baru mencapai 68,91% hingga akhir Juli 2026.

Baca juga:

Tantangan utama yang dihadapi petugas sensus adalah akses ke lokasi yang sulit dijangkau dan adanya penolakan dari sebagian masyarakat karena kurangnya pemahaman mengenai sensus ekonomi. Kepala BPS Karangasem, I Ketut Mondai The End, menyatakan bahwa meskipun pertanyaan dalam sensus cukup banyak dan bersifat pribadi, data tersebut sangat dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran ekonomi yang akurat.

Untuk meningkatkan akurasi data, di Tarakan, Kalimantan Utara, ada usulan melibatkan Ketua RT dalam proses pendataan. Lurah Lingkas Ujung, Safrudin, menilai Ketua RT adalah pihak yang paling mengenal kondisi sosial dan ekonomi warganya sehingga keterlibatan mereka dapat meminimalkan kesalahan data, seperti penerima bantuan sosial yang sudah tidak layak lagi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih valid dan tepat sasaran.

Baca juga:

Pelaksanaan sensus ekonomi juga menjadi momentum penting bagi berbagai pihak untuk mendukung pembangunan nasional, termasuk penguatan ekonomi biru dan sektor kelautan seperti yang dilakukan oleh Ikatan Alumni Perikanan Universitas Hasanuddin (IKA Perikanan Unhas) yang baru saja melantik pengurus periode 2026–2030. Alumni diharapkan aktif dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah dan almamater untuk mendukung pengembangan usaha dan inovasi di sektor perikanan serta program Kampung Nelayan Merah Putih.

Keberhasilan sensus ekonomi sangat tergantung pada kualitas data yang dihasilkan. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antara petugas BPS, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama agar data yang diperoleh akurat dan dapat digunakan secara efektif sebagai dasar kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial.

Baca juga:

Dengan menyelesaikan proses pendataan tepat waktu dan mengatasi kendala di lapangan, sensus ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi ekonomi masyarakat Indonesia. Data tersebut akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.