Media Kampung – Pemerintah mencatat investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluruh Indonesia telah mencapai Rp 353,3 triliun hingga kuartal I 2026. Angka tersebut juga berhasil menyerap sebanyak 266.688 tenaga kerja dari berbagai sektor industri yang beroperasi di kawasan tersebut.
Capaian ini disampaikan dalam pertemuan koordinasi antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang digelar di KEK Gresik pada Jumat (12/6). Dalam pertemuan tersebut, BPS bersama Dewan Nasional KEK melaporkan telah melakukan pendataan menyeluruh terhadap 528 perusahaan yang beroperasi di 25 KEK di seluruh Indonesia.
Pendataan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas data ekonomi kawasan sehingga kontribusi KEK terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah dapat diukur lebih akurat. Data yang lebih baik diharapkan dapat mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga membahas rencana perluasan KEK Gresik guna mengakomodasi tingginya minat investasi yang masuk ke kawasan tersebut. Pembahasan dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pembahasan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk rencana perluasan KEK Gresik yang berlangsung di Kantor Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik atau JIIPE, Gresik, Jumat (12/6).
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Sekretaris Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso. “Pemerintah mendukung penuh perluasan KEK Gresik, agar peluang dan potensi investasi yang ada dapat segera direalisasikan dan dikonversi menjadi aktivitas ekonomi dan lapangan kerja,” ujarnya dalam keterangannya, Minggu (14/6).
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan