Media Kampung – Tim Pengawalan Streamlining BUMN yang melibatkan Badan Pengelola (BP) BUMN, Danantara, Kementerian Hukum, dan Kejaksaan RI terus memperkuat regulasi guna mempercepat transformasi BUMN. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar setiap langkah transformasi memiliki landasan hukum kuat dan tata kelola yang baik.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah mengalami proses likuidasi, merger, dan divestasi sebagai bagian dari upaya penyederhanaan struktur BUMN, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan pelat merah. Dalam pertemuan yang dipimpin Dony Oskaria bersama jajaran Tim Pengawalan Streamlining BUMN, dibahas penguatan landasan hukum dengan penyempurnaan regulasi agar proses konsolidasi dapat berjalan lebih cepat dengan kepastian hukum.
Sinergi antar lembaga ini bertujuan mempercepat penyederhanaan struktur BUMN sekaligus memperbesar kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menjalin kemitraan strategis dengan JBS Group, produsen protein global, untuk memperkuat investasi di sektor protein di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
DIM melakukan investasi sebesar US$ 2,5 miliar untuk memperoleh 25% saham pada joint venture yang mengelola operasional JBS di Australia dan Selandia Baru. Perusahaan patungan ini juga memiliki kapasitas menghimpun tambahan modal hingga US$ 2,5 miliar, sehingga total modal mencapai US$ 5 miliar untuk mendukung akuisisi dan investasi greenfield di Indonesia serta wilayah sekitarnya.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyatakan kemitraan ini merupakan bagian dari strategi investasi jangka panjang yang fokus pada kolaborasi dengan mitra global dan sektor dengan prospek berkelanjutan. Investasi ini memberikan akses ke ekosistem bisnis yang mapan serta peluang transfer pengalaman dan jaringan distribusi dari JBS, perusahaan protein terbesar di dunia.
Gilberto Tomazoni, CEO Global JBS, menyampaikan bahwa kemitraan ini mendukung strategi ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara, memperkuat rantai pasok protein regional, dan mempercepat pengembangan sektor protein di Indonesia.
Di sisi lain, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pendapatan Danantara meningkat sekitar 400 persen dalam setahun beroperasi. Meskipun demikian, angka tersebut masih harus melalui proses audit dan pemeriksaan lebih lanjut. Bahkan jika pertumbuhan pendapatan tidak mencapai 400 persen, peningkatan sebesar 200 hingga 300 persen tetap menunjukkan perkembangan signifikan.
Proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi Danantara yang mencakup lebih dari 1.000 perusahaan BUMN sedang berjalan dan ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, termasuk melalui audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dony Oskaria optimistis ke depan proses konsolidasi dan eliminasi transaksi antar BUMN akan lebih efisien.
Transformasi BUMN yang didukung oleh penguatan regulasi dan investasi strategis seperti yang dilakukan Danantara di sektor protein diharapkan dapat memperkuat efisiensi, daya saing, dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.














Tinggalkan Balasan