Media Kampung – Video pengumuman anak hilang dari Pos Polisi Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatra Utara menjadi viral karena menampilkan gadis berusia sekitar enam tahun yang tertawa ceria di dalam kantor polisi.
Gadis tersebut, Azkiya, tidak menunjukkan rasa takut atau menangis seperti biasanya, melainkan terlihat santai dan penuh gaya.
Rizky menyarankan Azkiya untuk pergi ke pasar bersama neneknya, namun rencana tersebut berubah karena nenek harus melayat.
Azkiya kemudian meminta tantenya mengantarnya, tetapi tidak ada kendaraan yang tersedia pada saat itu.
Tanpa alternatif, Azkiya diminta tetap di rumah atau bermain ke rumah tetangga, namun ia memilih berjalan kaki sendiri sampai ke sebuah simpang jalan.
“Ternyata dia tetap berjalan kaki sampai ke simpang, karena kesal tidak diantar,” ujar Rizky kepada media.
Setelah sampai di simpang, Azkiya kehilangan arah dan akhirnya ditemukan oleh petugas polisi setempat.
Petugas mencatat identitas Azkiya dan mengumumkan keberadaannya melalui papan pengumuman digital di kantor polisi.
Pengumuman tersebut kemudian direkam oleh warga dan diunggah ke media sosial, menimbulkan kehebohan di internet.
Reaksi netizen beragam, sebagian terkejut melihat sikap ceria Azkiya, sementara yang lain menekankan pentingnya pengawasan orang tua.
Rizky mengaku bahwa Azkiya sebelumnya pernah hilang sesaat, namun tidak sampai sejauh ini.
Sejak insiden ini, orang tua Azkiya menegaskan akan memberikan arahan yang lebih tegas dan meningkatkan pengawasan.
“Dia sudah diberi arahan sama ayahnya dan kami pun harus super ekstra lagi dalam menjaganya,” tambah Rizky.
Polisi Rantauprapat menyatakan bahwa prosedur penanganan anak hilang sudah berjalan lancar, termasuk pencatatan data dan koordinasi dengan keluarga.
Petugas juga menekankan pentingnya masyarakat melaporkan anak yang hilang secara cepat untuk mempercepat proses pencarian.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua di seluruh Indonesia untuk selalu memastikan anak berada dalam pengawasan, terutama saat berada di luar rumah.
Selain itu, video tersebut menimbulkan diskusi tentang perilaku anak yang dapat tetap tenang dalam situasi stres.
Beberapa psikolog menyebut bahwa sikap ceria Azkiya bisa jadi refleksi kepribadian yang kuat dan adaptif.
Namun, mereka juga memperingatkan agar tidak menyepelekan risiko yang dapat terjadi pada anak yang berkelana sendirian.
Instansi kepolisian setempat menegaskan tidak ada indikasi pelanggaran hukum dalam kasus ini, karena anak tersebut ditemukan dengan selamat.
Kasus ini juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan informasi cepat, namun harus tetap memperhatikan etika dan privasi.
Sejumlah netizen mengusulkan agar video tersebut dihapus demi melindungi identitas Azkiya.
Pihak keluarga belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai permintaan penghapusan video.
Meski viral, Azkiya kini berada di rumah bersama orang tuanya dan dipastikan dalam keadaan baik.
Rizky berharap kejadian ini tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi orang tua lain.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan semua anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terawasi.
Polisi Rantauprapat berkomitmen terus meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dalam penanganan kasus anak hilang.
Data resmi menunjukkan bahwa kasus anak hilang di wilayah Labuhanbatu masih berada pada tingkat yang dapat dikendalikan.
Namun, pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan.
Dengan dukungan komunitas dan aparat, diharapkan angka anak hilang dapat berkurang secara signifikan.
Kasus Azkiya menjadi contoh konkret bagaimana respons cepat dapat menyelamatkan anak dan mengurangi kepanikan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan