Media Kampung – Hujan deras yang mengguyur Pasuruan sejak Selasa malam menyebabkan meluapnya beberapa sungai dan memicu banjir di berbagai daerah. Kondisi ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengakibatkan kemacetan di jalur pantai utara (Pantura) akibat genangan air yang menutup beberapa titik.
Genangan air masih terlihat pada Rabu pagi di Jalan Tambakrejo, Kecamatan Kraton, dan Jalan Sambirejo, Kecamatan Rejoso. Di Tambakrejo, ketinggian air mencapai 10 hingga 15 sentimeter, sehingga kendaraan masih bisa melewati jalan tersebut dengan kecepatan rendah yang menyebabkan antrean kendaraan dari kedua arah. Sementara itu, genangan di Sambirejo lebih rendah, namun petugas tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati saat melewati lokasi tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa banjir masih terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Pohjentrek dan Kraton. Ia menambahkan bahwa di Purwosari, Pandaan, dan Bangil, air sudah mulai surut.
Di Kecamatan Pohjentrek, tiga dusun di Desa Sukorejo terdampak banjir. Dusun Rujaksente mengalami genangan air setinggi sekitar 40 sentimeter dengan 195 kepala keluarga terdampak. Dusun Suko dan Dusun Duyo menjadi daerah dengan kondisi terparah, di mana ketinggian air mencapai 60 sentimeter.
Selain itu, wilayah Kecamatan Kraton juga masih terendam air, khususnya di Desa Pulokerto, Sidogiri, dan Tambakrejo. Tidak hanya permukiman, air juga menggenangi Jalan Pantura serta Jalan Sidogiri. Di Tambakrejo, genangan air mencapai sekitar 50 sentimeter dan berdampak pada 350 kepala keluarga di Dusun Bulu.
Di Kota Pasuruan, banjir melanda Dusun Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, dengan ketinggian air yang dilaporkan mencapai sepinggul orang dewasa. BPBD menyebutkan bahwa hujan deras di wilayah hulu menyebabkan Sungai Welang dan Sungai Petung meluap. Sementara itu, kondisi air laut yang sedang pasang menghambat aliran air di hilir sehingga genangan belum sepenuhnya surut.
Dalam pantauan lapangan, kendaraan dari motor hingga truk besar melaju perlahan saat melewati jalur Pantura yang tergenang. Beberapa pengendara motor memilih naik ke trotoar untuk menghindari arus air dan mengurangi risiko kendaraan mogok.
BPBD Kabupaten Pasuruan terus memantau perkembangan banjir dan mengimbau masyarakat serta pengguna jalan untuk selalu waspada serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan