Media Kampung, Bali – Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali memastikan seluruh penerbangan rute Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan normal pasca gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo yang mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Tidak ada pembatalan penerbangan dari dan ke bandara-bandara di kawasan NTT.

Operasional Penerbangan Tetap Optimal

Menurut pernyataan resmi dari Communication Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, operasional penerbangan dan layanan kebandarudaraan berjalan secara normal dan optimal meskipun terjadi gempa. Rute yang dilayani oleh Bandara Ngurah Rai ke NTT mencakup Labuan Bajo dan Tambolaka, dengan frekuensi penerbangan yang cukup tinggi.

Baca juga:
  • Rute Labuan Bajo: 9 keberangkatan dan 8 kedatangan setiap hari.
  • Rute Tambolaka: 3 keberangkatan dan 2 kedatangan setiap hari.

Kondisi dan Dampak Gempa di Flores

Gempa yang terjadi pada pukul 04.58 WIB berpusat di 30 kilometer Timur Laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG telah menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Namun, gempa ini menimbulkan dampak serius di wilayah Nagekeo dan sekitarnya, dengan laporan korban meninggal dunia sebanyak 33 orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Respons dan Dukungan Bandara Ngurah Rai

Manajemen Bandara Ngurah Rai juga menyampaikan rasa empati dan keprihatinan atas musibah yang dialami masyarakat di wilayah terdampak. Mereka memastikan pelayanan kepada penumpang dan operasional penerbangan tetap berjalan tanpa gangguan guna mendukung mobilitas dan penanganan situasi pasca bencana.

Baca juga:

Situasi yang kondusif di Bandara Ngurah Rai juga tercermin dari kondisi terminal internasional yang lengang pada Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948, yang bertepatan dengan tanggal kejadian gempa, sehingga tidak ada kepadatan yang menimbulkan risiko tambahan bagi penumpang maupun petugas bandara.

Kesimpulan

Dengan berbagai langkah penanganan dan pemantauan yang dilakukan, Bandara Ngurah Rai Bali memastikan layanan penerbangan rute NTT tetap berjalan normal dan aman setelah gempa bumi di Pulau Flores. Hal ini penting agar kelancaran transportasi udara tetap terjaga, mendukung aktivitas masyarakat dan proses penanganan bencana di wilayah NTT.

Baca juga: