Media Kampung – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas untuk memperketat pembelian tiket kapal feri guna mencegah masuknya truk Over Dimension Over Load (ODOL) ke dalam pelabuhan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi dalam sektor transportasi laut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa sistem baru ini akan melibatkan integrasi teknologi Weigh-in-Motion (WIM) yang dapat secara otomatis mendeteksi truk ODOL sebelum pengemudi melakukan pembelian tiket. “Kami telah melakukan integrasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry untuk memastikan bahwa truk ODOL tidak dapat membeli tiket Ferizy,” jelasnya.

Melalui sistem ini, setiap kendaraan yang melintas di titik WIM akan langsung terdeteksi dan jika teridentifikasi sebagai truk ODOL, pembelian tiket akan ditolak secara otomatis. Hal ini diharapkan dapat mencegah truk ODOL mencapai gerbang pelabuhan, sehingga meningkatkan keselamatan di perairan dan jalan raya.

Aan Suhanan menambahkan, penerapan sistem ini akan diperluas ke beberapa rute penyeberangan di Indonesia dalam waktu dekat. “Kami berharap sistem ini bisa segera direalisasikan di lebih banyak titik penyeberangan,” katanya.

Inisiatif ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menghilangkan truk ODOL di Indonesia pada tahun 2027. Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, menekankan bahwa isu ODOL tidak hanya berdampak pada jalan raya domestik, tetapi juga memengaruhi daya saing logistik Indonesia di kancah regional. “Malaysia saat ini sangat ketat dalam mengizinkan truk logistik Indonesia melintas akibat masalah ODOL ini,” ujarnya.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan transportasi di Indonesia dapat menjadi lebih aman dan berbiaya lebih murah, serta membantu meningkatkan integrasi dan efisiensi antara berbagai moda transportasi, baik darat, udara, maupun laut.