Media Kampung – Kondisi penerangan jalan Bangil‑Sukorejo di Kabupaten Pasuruan masih minim, memicu keprihatinan warga yang menganggap keamanan malam hari terancam.
Jalur tersebut menghubungkan Kecamatan Bangil dan Sukorejo, namun lampu PJU yang tersedia sangat terbatas sehingga sebagian besar jalan tetap gelap setelah matahari terbenam.
Amin Selamet, warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, menyatakan rasa takut setiap kali melintasi jalan pada malam karena kegelapan total dan banyaknya lubang di permukaan jalan.
“Sepanjang jalan ini kalau malam gelap, ditambah lagi sepanjang jalan ini banyak tuangnya. Ini membuat masyarakat takut melintas saat malam hari,” ujarnya pada Rabu (6/5).
Selain rasa takut, warga menyoroti tingginya angka kriminalitas di wilayah Pasuruan, termasuk pembegalan, penjambretan, dan aksi kekerasan lain yang kerap terjadi di area kurang penerangan.
Mahbub Sirril Mahbub, pengguna tetap jalur Sukorejo‑Bangil untuk menuju tempat kerja di Purwosari, menambahkan bahwa rasa was‑was selalu menyertai perjalanan pulang malam.
“Saya kerjanya di Purwosari, jadi kalau pulang malam pasti waswas. Takut ada begal, takut kecelakaan, pokoknya tidak tenang kalau pulang malam lewat sana,” kata Mahbub.
Warga membandingkan kondisi tersebut dengan jalur Pandaan‑Bangil yang sudah dilengkapi penerangan memadai, menuntut standar keamanan yang setara untuk kedua rute penting.
“Kalau kita lewat jalan Pandaan‑Bangil sudah terang jalannya. Kami berharap jalan Sukorejo‑Bangil juga diperlakukan sama,” tambah Amin.
Pejabat Dinas Pekerjaan Umum menegaskan bahwa perencanaan pemasangan PJU memerlukan alokasi anggaran yang masih dalam proses penyusunan, sehingga implementasinya belum dapat segera dilaksanakan.
Kelompok warga membentuk forum dialog dengan pihak Pemkab Pasuruan, menuntut percepatan pengadaan lampu jalan di titik‑titik rawan serta perbaikan lubang yang memperparah bahaya.
Mereka menekankan bahwa tanpa penerangan yang memadai, risiko kecelakaan lalu lintas dan tindakan kriminal akan terus meningkat, terutama pada jam sibuk malam hari.
Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat mengintegrasikan program perbaikan jalan dengan program keamanan publik, termasuk peningkatan patroli kepolisian di sepanjang rute yang minim cahaya.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir akan terjadi peningkatan korban jiwa baik karena kecelakaan maupun kejahatan jalanan.
Hingga kini belum ada kepastian jadwal pemasangan lampu PJU baru, namun tekanan masyarakat diharapkan mempercepat proses alokasi anggaran dan pelaksanaan proyek.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan