Media Kampung – Pemerintah Indonesia akan meningkatkan subsidi mobil listrik berbasis nikel sebagai bagian dari skema insentif baru untuk kendaraan listrik, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026. Skema tersebut masih dalam pembahasan dan ditujukan memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
Purbaya menjelaskan bahwa insentif akan dibedakan menurut teknologi baterai yang dipakai, dengan subsidi lebih besar bagi kendaraan yang menggunakan baterai nikel dibandingkan baterai non‑nikel. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga meninjau pemberian subsidi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dengan persentase berbeda, mulai 100 % hingga 40 % untuk EV non‑hybrid.
“PPN ditanggung pemerintah itu ada yang 100 persen, ada yang 40 persen. Nanti masih disusun skemanya,” ujarnya.
Perbedaan skema akan diatur secara terpisah untuk kendaraan berbasis nikel dan non‑nikel, dan rincian teknis akan disampaikan oleh Kementerian Perindustrian. Menteri Perindustrian diharapkan menjabarkan mekanisme pelaksanaan dalam waktu dekat.
“Kenapa saya pakai yang nikel lebih besar subsidinya? Karena supaya nikel kita kepakai,” tegas Purbaya. Ia menekankan tujuan kebijakan adalah memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia, khususnya cadangan nikel yang melimpah.
Purbaya juga mengingatkan bahwa sebelumnya ada kekhawatiran Indonesia kehilangan posisi di pasar baterai global karena dominasi teknologi non‑nikel dari China. Kini pemerintah beralih fokus pada baterai generasi ketiga yang berbasis nikel, yang dianggap lebih maju.
Hingga kini belum ada tanggal pasti peluncuran skema, namun Purbaya menegaskan bahwa rancangan kebijakan akan segera dibahas di rapat koordinasi lintas kementerian. Jika disetujui, subsidi yang lebih besar bagi mobil listrik berbasis nikel dapat mempercepat adopsi kendaraan bersih di pasar domestik.
Pengumuman ini menambah rangkaian kebijakan pemerintah untuk mempercepat transisi energi, sejalan dengan target pengurangan emisi dan pencapaian mobil listrik mencapai 20 % dari total penjualan kendaraan pada 2026. Dengan dukungan subsidi, produsen diharapkan memperbanyak produksi mobil listrik yang mengandalkan baterai nikel.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan