Media Kampung – Tim arkeolog menemukan mumi Mesir kuno berusia sekitar 1.600 tahun di situs pemakaman Al Bahnasa, wilayah Mesir tengah yang dikenal pada zaman Romawi sebagai Oxyrhynchus, dengan sehelai papirus berisi cuplikan Iliad menempel pada perutnya.
Penemuan ini mencatat bahwa papirus tersebut berumur sekitar 2.700 tahun, lebih tua dari mumi itu sendiri, dan mengandung bagian kedua Iliad yang memuat katalog kapal perang Yunani. Peneliti menempelkan papirus itu secara sengaja sebagai bagian dari proses pembalseman, sebuah praktik yang belum pernah tercatat sebelumnya.
Keberadaan teks sastra Yunani dalam mumi menegaskan adanya interaksi budaya antara Mesir dan Yunani pada masa itu. Bahasa Yunani sudah dipakai dalam dokumen resmi Mesir, dan cerita Iliad kemungkinan besar tersebar luas di kalangan elite yang mengadopsi tradisi Hellenistik.
Situs Oxyrhynchus memang telah lama menjadi ladang temuan arkeologis. Selain mumi berbalut Iliad, tim menemukan tiga ruang batu kapur yang menyimpan mumi era Romawi lengkap dengan sarkofagus kayu berukir, serta lembaran emas dan tembaga yang melapisi lidah beberapa mumi, menandakan status sosial tinggi pemiliknya.
Peneliti belum dapat melakukan analisis mendalam pada papirus karena keterbatasan metode non-destruktif. Mereka berencana menggunakan sinar‑X dan teknologi pencitraan canggih lainnya untuk membaca teks dengan lebih jelas tanpa merusak artefak.
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang praktik pembalseman dan pertukaran budaya pada masa kuno, sekaligus menegaskan bahwa situs Oxyrhynchus masih menyimpan banyak rahasia yang menunggu terungkap.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan