Media Kampung – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pasuruan sejak Selasa malam (19/5/2026) menyebabkan meluapnya sungai di daerah ini, sehingga ratusan kepala keluarga terdampak banjir dan beberapa ruas jalan di jalur Pantura ikut terendam. Kondisi ini mengakibatkan kemacetan panjang di beberapa titik yang tergenang air.
Genangan air masih terlihat di dua lokasi utama pada Rabu pagi, yaitu Jalan Tambakrejo di Kecamatan Kraton dan Jalan Sambirejo di Kecamatan Rejoso. Di Jalan Tambakrejo, ketinggian air mencapai 10 hingga 15 sentimeter, sehingga kendaraan masih bisa melintas namun harus melaju pelan, menyebabkan antrean kendaraan dari kedua arah. Sementara itu, genangan di Jalan Sambirejo lebih rendah, namun petugas tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir masih terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Pohjentrek dan Kraton, meskipun daerah seperti Purwosari, Pandaan, dan Bangil sudah mulai surut. Di Kecamatan Pohjentrek, banjir merendam tiga dusun di Desa Sukorejo, dengan Dusun Rujaksente tergenang hingga 40 sentimeter dan mempengaruhi 195 kepala keluarga. Dusun Suko dan Dusun Duyo menjadi yang paling parah dengan ketinggian air sekitar 60 sentimeter.
Di Kecamatan Kraton, banjir masih menggenangi Desa Pulokerto, Sidogiri, dan Tambakrejo. Selain permukiman warga, Jalan Pantura dan Jalan Sidogiri juga terendam. Sugeng menyebutkan bahwa di Tambakrejo, banjir mencapai sekitar 50 sentimeter di Dusun Bulu, dengan 350 kepala keluarga terdampak.
Kondisi banjir tak hanya di wilayah Kabupaten Pasuruan, tetapi juga melanda Kota Pasuruan, khususnya di Dusun Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, di mana tinggi air dilaporkan mencapai sepinggul orang dewasa. Banjir ini terjadi akibat hujan lebat di daerah hulu yang menyebabkan Sungai Welang dan Sungai Petung meluap. Ditambah lagi, pasangnya air laut menahan aliran sungai sehingga genangan di hilir belum bisa surut.
Di lokasi terdampak, pengendara dari sepeda motor hingga truk besar harus melaju pelan saat melewati ruas jalan yang terendam. Beberapa pengguna motor memilih naik ke trotoar untuk menghindari air yang cukup dalam dan mencegah kendaraan mereka mogok. Petugas terus memantau situasi dan mengimbau agar warga tetap waspada saat melintas di area rawan banjir.
BPBD Kabupaten Pasuruan masih melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu warga terdampak serta mengupayakan penanganan agar banjir cepat surut. Hingga Rabu siang, beberapa titik genangan sudah mulai berkurang, namun kondisi di daerah hilir masih membutuhkan perhatian lebih.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan