Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,60 persen atau 38,5 poin pada jeda siang perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, dan berada di level 6.332,18. IHSG dibuka pada angka 6.352,2 dan sempat mencapai titik tertinggi di 6.459,56 serta terendah di 6.215,56 selama sesi pertama perdagangan.
Selain pidato presiden, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar hari ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5 persen, langkah yang diprediksi untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah di pasar keuangan.
Data ekonomi lainnya turut menjadi perhatian, seperti pertumbuhan kredit pada April 2026 yang diperkirakan mencapai 9,7 persen secara tahunan, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 9,49 persen. Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan defisit APBN pada April 2026 sebesar sekitar Rp164,4 triliun, lebih rendah dari defisit bulan Maret yang mencapai Rp240,1 triliun. Penurunan defisit ini didukung oleh surplus keseimbangan primer sebesar Rp28 triliun.
Pendapatan negara juga tercatat naik menjadi Rp918,4 triliun pada April 2026, sementara belanja negara meningkat menjadi Rp1.082,8 triliun. Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam memengaruhi dinamika pasar keuangan.
Tekanan jual yang terjadi di bursa masih dipengaruhi oleh kekhawatiran investor terkait rencana pemerintah mengatur ekspor komoditas melalui badan khusus milik negara. Kebijakan yang direncanakan meliputi pengendalian ekspor batu bara, minyak sawit (CPO), dan mineral logam ini menimbulkan ketidakpastian terhadap potensi pengaturan harga jual perusahaan di sektor tersebut.
Dengan berbagai faktor tersebut, IHSG diprediksi akan terus bergerak dinamis hingga akhir perdagangan hari ini, menunggu hasil keputusan BI dan perkembangan kebijakan fiskal yang diumumkan oleh pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan