Media Kampung – Pertemuan antara Prancis dan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026 membangkitkan kembali memori klasik edisi 1998. Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengenang kembali momen emosional tersebut sembari mempersiapkan taktik terbaiknya. Pada Piala Dunia 1998, Prancis berhasil mendepak wakil Amerika Selatan tersebut di fase yang sama berkat gol emas (golden goal) ikonik dari Laurent Blanc.

Memori Manis yang Tak Terlupakan

Meskipun skuadnya saat ini belum lahir ketika momen 28 tahun lalu itu terjadi, Deschamps menegaskan nilai sejarah dari laga melelahkan tersebut tidak akan pernah pudar. “Pemain saya belum lahir saat itu, tetapi saya mengingatnya. Itu adalah momen penting bagi saya, bagi Prancis,” kata Deschamps dikutip dari ESPN. “Itu adalah pertandingan yang sulit—itu adalah bagian dari sejarah sepak bola, sejarah Piala Dunia. Hari ini, ini adalah pertandingan yang berbeda, tetapi kualitas Paraguay tetap sama.”

Respek terhadap Kekuatan Paraguay

Deschamps juga enggan meremehkan kekuatan Paraguay yang melaju ke babak sistem gugur, dan menolak anggapan bahwa sang lawan hanya mengandalkan permainan agresif. “Paraguay tidak muncul begitu saja dari antah berantah. Seperti semua tim Amerika Selatan, mereka memiliki hati yang besar. Bukan agresivitas yang memenangkan pertandingan,” tegasnya. “Ini adalah tim yang tahu sepak bola mereka dengan baik. Mereka memiliki pemain-pemain bagus—Enciso, Almiron.” “Mereka saling mengenal, mereka melakukan berbagai hal dengan baik. Tapi itu belum semuanya,” tambah Deschamps.

Peringatan Taktis dari Robert Pires

Nada waspada juga disuarakan oleh legenda hidup Prancis, Robert Pires, yang memprediksi Paraguay akan menerapkan strategi bertahan total demi membuat frustrasi lini depan Les Bleus. “Ini akan menjadi formasi taktis yang mirip dengan tahun 1998. Didier Deschamps sangat menyadari hal itu, demikian pula para pemainnya. Los Guaranies akan bertahan sangat dalam dan memarkir bus—mereka adalah tim yang gigih dan agresif,” cetus Pires. Pires mengingatkan bahwa kunci utama bagi Prancis adalah menjaga ketenangan agar tidak terperangkap dalam provokasi permainan lawan yang bisa merusak fokus. “Mereka akan mencoba membuat Prancis frustrasi dan memancing emosi, jadi Les Bleus harus tetap tenang. Itulah mengapa, dalam pertandingan seperti ini, hal tersulit adalah selalu menemukan gol pertama,” imbuh Pires. “Jika datang lebih awal, bagus. Tapi jika pertandingan berlarut-larut, rasa frustrasi bisa mulai merayap. Prancis harus menghindari jebakan yang akan dipasang Paraguay dengan segala cara,” urainya.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.