Media Kampung – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, 3 Juli 2026. IHSG tercatat naik 26,91 poin atau 0,47 persen ke level 5.709,84, menguat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Proyeksi dan Level Support-Resistance
Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di level 5.320 hingga 5.735. Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap waspada karena koreksi masih mungkin terjadi sepanjang hari.
Performa Sesi Awal
Pada awal perdagangan, sebanyak 356 saham tercatat menguat, 162 saham melemah, dan 165 saham stagnan. Emiten dengan nilai transaksi terbesar pada sesi awal adalah BBCA, BBRI, BMRI, BRPT, dan TPIA.
Sentimen Domestik dan Global
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD1,61 miliar pada Mei 2026. Defisit ini dipicu oleh penurunan ekspor sebesar 5,73 persen secara tahunan, sementara impor tumbuh 22,16 persen. Menurut analis Pilarmas, kenaikan impor yang didominasi bahan baku dan barang modal justru mencerminkan kuatnya permintaan domestik dan dapat mendukung aktivitas produksi serta investasi.
Sementara itu, dari global, Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan forum perbankan sentral Eropa menyatakan risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan mendatang dengan target inflasi tetap di 2 persen. Keputusan The Fed yang tidak menaikkan suku bunga membuat imbal hasil obligasi cenderung menurun, yang turut mendukung sentimen pasar saham.
Namun, bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan Kamis, mengikuti penurunan Wall Street akibat aksi ambil untung investor di saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,70 persen, sementara Kospi Korea Selatan anjlok 5,36 persen hingga mendorong Korea Exchange (KRX) menghentikan sementara perdagangan untuk meredam volatilitas.
Dengan kombinasi sentimen domestik dan global, IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan indeks dan tetap menerapkan strategi manajemen risiko yang hati-hati.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan