Disperkim Ngawi Lakukan Monitoring Ketersediaan Air Jelang Kemarau
Media Kampung – Menjelang musim kemarau tahun 2026, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan air bersih di wilayahnya. Langkah ini menjadi upaya antisipasi menghadapi potensi kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi akibat fenomena El Nino Godzila, sebagaimana diumumkan oleh BMKG.
Evaluasi Kondisi Lapangan di Desa Sidorejo
Kabid Permukiman Disperkim Kabupaten Ngawi, Pipit Dwi Herlina, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemetaan sekaligus pengecekan langsung kondisi instalasi penyediaan air bersih, terutama di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kapasitas tandon SPAM di lokasi tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami menemukan bahwa kapasitas idle atau yang belum terpakai di tandon air masih memadai. Jika kebutuhan masyarakat meningkat, kami siap melakukan optimalisasi pemanfaatan kapasitas tersebut,” terang Pipit pada Jumat, 19 Juni 2026.
Sistem Kolaborasi untuk Wilayah Non-CAT
Disperkim juga mengantisipasi wilayah utara Kabupaten Ngawi yang tergolong dalam zona Non-Cekungan Air Tanah (Non-CAT), di mana ketersediaan air tanah sangat terbatas. Untuk wilayah rawan kekeringan ini, Disperkim berencana menerapkan sistem kolaborasi dengan mengalirkan suplai air dari daerah sekitar yang masih memiliki kelebihan kapasitas air.
Data Instalasi Air Bersih di Kabupaten Ngawi
Secara umum, setiap sistem instalasi air bersih di Ngawi memiliki debit air rata-rata sebesar 3 liter per detik. Kapasitas ini mampu melayani sekitar 300 Sambungan Rumah (SR), sehingga cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Hingga saat ini, Disperkim telah membangun sebanyak 217 sistem instalasi air bersih yang tersebar di 138 desa di seluruh Kabupaten Ngawi, menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan air bersih, khususnya menghadapi musim kemarau.
Persiapan Menghadapi Tantangan Kekeringan
Dengan langkah pemantauan dan evaluasi yang dilakukan, Disperkim Kabupaten Ngawi berharap dapat mengurangi dampak kekeringan bagi masyarakat. Optimalisasi pemanfaatan kapasitas air yang ada dan sistem kolaborasi antar wilayah menjadi strategi utama dalam menjaga ketersediaan air bersih selama musim kemarau 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan