Media Kampung, Pandeglang – Sub Terminal Carita di Kabupaten Pandeglang, Banten, yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar dari APBD 2016, kini tampak sepi dan belum berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas transportasi masyarakat. Bangunan yang diresmikan sejak 2017 ini minim aktivitas angkutan umum dan perdagangan.

Kondisi Terminal yang Sepi

Pantauan di lokasi menunjukkan area Sub Terminal Carita lengang dari aktivitas naik-turun penumpang serta lalu lintas angkutan umum. Sejumlah kios dan ruang usaha di terminal terlihat kosong dan tidak beroperasi, menimbulkan kesan fasilitas ini bak mati suri.

Baca juga:

Salah seorang warga setempat, Ibnu, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi terminal yang jauh dari harapan sebagai pusat ekonomi dan transportasi masyarakat. Ia menyatakan kios-kios di terminal banyak yang tutup dan kurang terurus, sehingga aktivitas di sana sangat minim.

Latar Belakang Pembangunan dan Harapan

Pembangunan Sub Terminal Carita merupakan bagian dari rencana tahun 2016 dengan tujuan memperkuat sarana transportasi dan mendukung kegiatan ekonomi lokal. Dana yang digunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp2,3 miliar.

Baca juga:

Terminal ini diharapkan menjadi pusat mobilitas warga dan menggerakkan perekonomian sekitar. Namun, hingga kini fungsi tersebut belum terpenuhi secara maksimal, sehingga keberadaan terminal belum memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Carita dan sekitarnya.

Tanggapan Pemerintah

Sampai saat ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang, Rudiyanto, belum memberikan konfirmasi terkait kondisi Sub Terminal Carita tersebut. Belum ada informasi resmi mengenai langkah perbaikan atau pengelolaan terminal agar dapat beroperasi secara efektif.

Baca juga:

Implikasi dan Pentingnya Optimalisasi Terminal

Kondisi sepi dan kurang dimanfaatkannya Sub Terminal Carita berdampak pada rendahnya pelayanan transportasi umum di wilayah tersebut. Selain itu, potensi ekonomi yang dapat tumbuh melalui aktivitas perdagangan di terminal juga menjadi tidak optimal.

Pemanfaatan fasilitas publik seperti terminal sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan perkembangan ekonomi lokal. Oleh karena itu, pengelolaan yang efektif dan partisipasi berbagai pihak akan sangat dibutuhkan agar terminal ini dapat berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya.