Media Kampung, Lebak – Warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, kini harus menempuh perjalanan sekitar dua kilometer ke sungai untuk mendapatkan air bersih karena sumur-sumur mereka mengering akibat kemarau panjang. Kondisi ini menjadi beban berat bagi masyarakat yang membutuhkan air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sejak musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino melanda wilayah tersebut, setidaknya 12 kecamatan di Kabupaten Lebak terdampak kekeringan, dengan tujuh kecamatan mengalami kondisi terparah. Sumur dan mata air yang biasa menjadi sumber utama air bersih warga mulai mengering, memaksa mereka mencari sumber air alternatif di sungai yang jaraknya jauh dari permukiman.
Dampak Langsung Kekeringan pada Warga Sajira
Salah satu warga, Yuliana, rutin membawa jeriken kosong berjalan menuju sungai demi mengisi air yang kini menjadi satu-satunya sumber air bagi keluarganya. Air sungai yang berwarna keruh kecokelatan digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan membersihkan peralatan rumah tangga, meskipun kualitasnya tidak sebersih air sumur.
Perjalanan pulang-pergi sejauh dua kilometer itu harus dilakukan hampir setiap hari agar kebutuhan dasar keluarga terpenuhi. Namun, aktivitas ini menyita waktu dan tenaga yang seharusnya bisa digunakan untuk bekerja atau mengurus keluarga. Kondisi ini menambah beban hidup warga di tengah kemarau berkepanjangan.
Harapan dan Upaya Mengatasi Krisis Air
Warga Sajira berharap pemerintah atau pihak terkait segera memberikan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Kekhawatiran meluasnya kekeringan semakin nyata jika hujan tidak segera turun dalam beberapa pekan mendatang.
Fenomena kekeringan ini bukan sekadar persoalan cuaca bagi warga Sajira, melainkan perubahan signifikan yang mengancam kelangsungan hidup mereka. Sungai yang dulunya hanya sebagai bagian dari lingkungan kini menjadi sumber kehidupan terakhir.
Konteks Lebih Luas: Krisis Air di Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak menghadapi tantangan serius dalam hal ketersediaan air bersih selama musim kemarau tahun ini. Dampak El Nino memperparah kondisi kekeringan di berbagai kecamatan, yang berpotensi mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Penanganan krisis air perlu menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan pusat untuk memastikan akses air bersih tetap terjaga dan kebutuhan dasar warga terpenuhi, terutama di daerah-daerah yang paling terdampak.















Tinggalkan Balasan