Media Kampung, Lebak – Orang tua murid SDN 2 Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, menyatakan kekecewaan atas dugaan penamparan yang dialami anaknya oleh seorang guru di sekolah tersebut. Insiden ini terjadi saat anak tersebut berusaha melerai perkelahian antarsiswa pada jam istirahat.
Ruyatna, orang tua dari siswa kelas 3, mengungkapkan bahwa anaknya mengalami trauma setelah diduga menjadi korban tindakan fisik oleh oknum guru. Ia menilai penyelesaian konflik antarsiswa seharusnya dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan kekerasan fisik.
Kronologi Insiden
Berdasarkan keterangan anak Ruyatna, peristiwa bermula ketika anaknya mencoba melerai dua teman yang terlibat perkelahian. Namun, salah satu murid kemudian mendorong dan memukul anaknya hingga terjatuh. Saat itulah, seorang guru datang dan diduga menampar anak tersebut.
Ruyatna menyayangkan tindakan guru yang dinilai tidak memberikan pembinaan atau teguran secara edukatif kepada siswa yang melakukan kesalahan. Ia meminta agar sekolah mengedepankan pendekatan yang membangun, seperti memberikan nasihat atau konsekuensi yang mendidik.
Tanggapan Sekolah
Kepala SDN 2 Bojongleles, Juhaeni, mengaku baru mengetahui insiden tersebut setelah mendapat informasi dari pemberitaan. Ia menyatakan prihatin atas peristiwa itu dan berencana mengadakan musyawarah dengan orang tua murid untuk mencari solusi terbaik.
Juhaeni menegaskan pentingnya penanganan masalah antarsiswa secara bijak dan edukatif agar tidak menimbulkan dampak psikologis pada anak didik.
Konflik dan Penanganan di Lingkungan Sekolah
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pendekatan tanpa kekerasan dalam penyelesaian masalah di lingkungan pendidikan. Guru dan sekolah memiliki tanggung jawab memastikan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Penanganan konflik yang tepat dapat mencegah trauma dan mendukung perkembangan karakter anak secara positif, sesuai dengan prinsip pendidikan yang mengutamakan perlindungan dan pembinaan.
Orang tua dan sekolah diharapkan dapat bersama-sama membangun komunikasi yang baik dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi semua siswa.















Tinggalkan Balasan