Media Kampung, Lebak – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 pada bulan Agustus, pengepul bambu di Kabupaten Lebak mengalami lonjakan pesanan yang signifikan. Bambu menjadi kebutuhan utama warga untuk membuat tiang bendera, umbul-umbul, dan berbagai dekorasi lingkungan sebagai bagian dari persiapan menyambut kemerdekaan.
Di sebuah lapak pengepul bambu di Lebak, tumpukan bambu tersusun rapi dengan berbagai jenis seperti bambu apus, haur, betung, hingga bambu hitam. Beberapa batang bambu bahkan sudah dicat merah putih agar siap digunakan. Surdana, salah satu pengepul bambu, mengungkapkan bahwa permintaan meningkat sejak awal Agustus, khususnya untuk bambu apus dan bambu berukuran kecil yang cocok dijadikan tiang bendera dan umbul-umbul.
Meski permintaan melonjak, Surdana menghadapi kendala pasokan akibat musim kemarau yang membuat bambu sulit didapat dan hambatan dalam pengiriman. Harga bambu bervariasi, dengan pembelian eceran sekitar Rp10.000 per batang dan harga lebih murah untuk pembelian dalam jumlah besar, yaitu Rp6.000 hingga Rp7.000 per batang. Sebagian besar pesanan dikirim ke wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang.
Bagi warga seperti Nandang, membeli bambu dan memasang bendera merah putih merupakan bentuk antusiasme dan semangat nasionalisme dalam menyambut kemerdekaan. Meskipun hanya membeli beberapa batang bambu untuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan ini mencerminkan partisipasi masyarakat dalam perayaan kemerdekaan.
Fenomena meningkatnya permintaan bambu di Lebak pada bulan Agustus menjadi siklus tahunan yang membantu menggerakkan usaha pengepul. Dari lapak sederhana hingga halaman rumah warga, bambu kembali memainkan perannya sebagai simbol kemerdekaan melalui tiang yang mengibarkan bendera merah putih.














Tinggalkan Balasan