Media Kampung – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan industri kerajinan berpotensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah mendorong penggunaan bahan baku lokal yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan industri tersebut.

Agus menjelaskan bahwa produk kerajinan banyak memanfaatkan sumber daya alam lokal seperti kayu, rotan, dan bambu yang melimpah di Indonesia. Industri kerajinan juga menjadi salah satu subsektor penting dalam industri pengolahan nonmigas yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Data dari Badan Pusat Statistik tahun 2025 menunjukkan kontribusi industri kerajinan sebesar 2,10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) sektor pengolahan nonmigas. Selain itu, ekspor produk kerajinan pada Februari 2026 mengalami peningkatan hingga 25,09 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Reni Yanita menyatakan bahwa pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) menjadi strategi utama untuk memperkuat ekonomi daerah. Pendekatan ini memudahkan proses pembinaan secara terpadu dalam satu ekosistem usaha sehingga memperkuat struktur ekonomi masyarakat setempat.

Indonesia memiliki potensi besar dalam bahan baku kerajinan, terutama bambu. Dengan 162 jenis bambu yang tersebar di lahan seluas 2,4 juta hektare, produksi nasional bambu mencapai lebih dari 11 juta batang per tahun berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan dan LIPI.

Kementerian Perindustrian memberikan pendampingan khusus bagi perajin bambu di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Program ini bertujuan mendukung regenerasi perajin sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan bambu melalui pelatihan teknik pengawetan, desain produk, dan pengemasan ramah lingkungan.

Selain itu, hasil pendampingan akan dikolaborasikan dengan IKM dodol khas daerah untuk mengembangkan desain kemasan produk. Program ini melibatkan kerja sama antara Dekranasda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pemerintah daerah, dan Kementerian Perindustrian.

Produk kerajinan yang dikembangkan melalui program ini akan dipamerkan pada acara HUT Dekranas di Makassar. Kementerian Perindustrian juga menyiapkan promosi melalui pusat oleh-oleh dan berbagai saluran pemasaran untuk meningkatkan eksposur produk lokal.

Budi berharap para perajin bambu di Hulu Sungai Selatan dapat tumbuh menjadi mitra pemerintah yang kuat dan mendukung perkembangan industri kerajinan bambu yang sehat, maju, dan mandiri. Program ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam lokal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.