Media Kampung – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memperkuat ekonomi perempuan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan mengembangkan klasterisasi usaha berbasis buah pala. Inisiatif ini bertujuan mengangkat potensi lokal pala agar dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.

Kabupaten Ngada dikenal memiliki potensi pala yang besar, namun selama ini hasil panen sebagian besar dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang terbatas. Melalui kolaborasi ini, PNM dan Kemen PPPA memberikan pendampingan kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, mulai dari penguatan kapasitas usaha, pengolahan hasil pala, pengemasan produk, hingga akses pasar yang lebih luas.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. “Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada,” ujarnya.

Program klasterisasi ini tidak hanya mendorong masyarakat menghasilkan produk, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan mulai dari budidaya, pengolahan hingga pemasaran. Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP) yang mengembangkan ekonomi desa berbasis potensi unggulan lokal dengan nilai tambah dan daya saing tinggi.

Kindaris menambahkan, “Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan klaster usaha, kami berharap potensi lokal di berbagai daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.” Dengan dukungan ini, perempuan desa diharapkan mampu menjadi pelaku ekonomi yang mandiri sekaligus mengangkat taraf hidup komunitasnya.

Inisiatif ini menunjukkan komitmen PNM dan Kemen PPPA untuk mendorong pemberdayaan perempuan secara ekonomi dengan memanfaatkan kekayaan alam dan kearifan lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan potensi daerah lain di Indonesia agar tumbuh menjadi produk unggulan yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.