Media Kampung – Seorang nelayan di Pasuruan melaporkan penemuan mayat pria Pasuruan mengapung di laut, sementara identitas korban masih belum terungkap.
Insiden terjadi pada Selasa, 5 Mei, sekitar pukul 12.40 siang, di perairan laut dekat Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Mayat tersebut pertama kali terlihat oleh nelayan setempat saat melaut, ketika kapal mereka melintasi area tersebut.
“Saat itu sekitar pukul 12.40 saat melaut ada mayat laki‑laki sudah tua mengapung di laut,” kata Mubin, nelayan yang menemukan jasad itu.
Setelah penemuan, Mubin segera melaporkan kejadian kepada perangkat desa dan kepolisian sektor Nguling.
Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke bibir pantai untuk dipindahkan lebih lanjut.
Jasad dibawa ke RSUD Grati di Pasuruan untuk dilakukan visum, dengan tujuan mengidentifikasi identitas serta penyebab kematian.
Plt Kepala Seksi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, menyatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
“Masih proses penyelidikan untuk mengetahui hasilnya masih menunggu dari petugas Satreskrim Polres Pasuruan Kota,” ujar Junaidi.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.
Desa Mlaten dikenal sebagai daerah pesisir yang bergantung pada sektor perikanan, sehingga kejadian semacam ini menimbulkan kegelisahan di kalangan nelayan.
Mayat pria yang ditemukan diperkirakan berusia sekitar 60 tahun, namun belum ada data resmi mengenai identitas lengkapnya.
Prosedur standar di wilayah tersebut melibatkan otopsi medis, pencocokan DNA, serta pemeriksaan dokumen yang mungkin dimiliki korban.
Hingga kini, tidak ada indikasi kekerasan atau tindak kriminal yang terdeteksi pada jenazah.
Petugas masih menunggu hasil visum dan analisis forensik untuk menentukan penyebab kematian secara pasti.
Hasil penyelidikan Satreskrim diharapkan akan diumumkan setelah semua bukti terkumpul.
Warga setempat menunggu kabar selanjutnya dengan harapan identitas korban dapat terungkap dan keluarga yang kehilangan dapat menemukan kepastian.
Polisi terus memantau laporan orang hilang yang mungkin terkait dengan temuan ini.
Proses identifikasi biasanya memakan waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung pada ketersediaan data DNA dan catatan medis.
Jika identitas korban berhasil dipastikan, pihak berwenang akan mengatur proses pemakaman sesuai adat dan agama korban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan