Media KampungLedakan pabrik kembang api di Liuyang, Provinsi Hunan, China menewaskan 21 orang dan melukai 61 lainnya pada Senin sore. Insiden ini mengguncang kawasan industri yang terkenal dengan produksi kembang api.

“Ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan kerusakan luas,” kata juru bicara CCTV dalam kutipan langsung. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban.

Pihak berwenang setempat menahan sejumlah pekerja dan manajer pabrik yang dianggap bertanggung jawab atas kecelakaan. Penahanan ini dilakukan untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut.

Penyelidikan resmi masih berlangsung, dengan fokus pada kemungkinan pelanggaran prosedur keselamatan dan penyimpanan bahan peledak. Tim pembersihan juga sedang bekerja untuk mengamankan area yang terdampak.

Liuyang dikenal sebagai pusat produksi kembang api terbesar di dunia, menyumbang lebih dari 90 persen produk kembang api nasional. Ekonomi kota sangat bergantung pada industri ini, yang mempekerjakan ribuan pekerja.

Namun, catatan sejarah mencatat sejumlah insiden serupa akibat standar keamanan yang tidak konsisten. Pemerintah provinsi Hunan sebelumnya telah mengeluarkan regulasi ketat, namun pelaksanaannya masih dipertanyakan.

Keluarga korban kini menerima bantuan darurat dari pemerintah daerah, termasuk paket bantuan finansial dan layanan kesehatan. Rumah sakit setempat melaporkan bahwa semua pasien kritis telah ditangani.

Pihak berwenang juga menutup jalan utama di sekitar pabrik untuk menghindari risiko tambahan dan memfasilitasi evakuasi. Lalu lintas di wilayah Liuyang terganggu selama beberapa jam setelah ledakan.

Komunitas internasional memantau kejadian ini, mengingat pentingnya industri kembang api China dalam pasar global. Tidak ada pernyataan resmi dari organisasi luar negeri hingga kini.

Hingga saat ini, jumlah korban tewas tetap 21 orang, sementara 61 orang masih dalam perawatan medis. Operasi penyelamatan dan pemulihan diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah kota Liuyang berjanji akan memperketat pengawasan terhadap fasilitas produksi bahan peledak guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang. Fokus utama kini adalah memastikan keselamatan warga dan memulihkan kepercayaan publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.