Media Kampung – Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalin kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk mengoptimalkan pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat tridarma perguruan tinggi sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan dan energi melalui pengembangan kawasan hutan pendidikan berbasis agroforestri.

Kepala Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan Pontianak Kementan, Gabriel Lulus Puji Hantoro, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini yang dianggap sebagai momentum penting dalam mencapai target swasembada gula nasional tahun 2025-2026. Ia menilai lahan tebu di KHDTK sangat potensial untuk dijadikan pilot project yang bisa memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak terkait.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyambut positif kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan nasional terkait pengelolaan lahan KHDTK. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kawasan seluas KHDTK mencakup berbagai aspek penting, mulai dari lingkungan hingga dampak ekonomi dan sosial. UGM berkomitmen menghadirkan pengelolaan yang berkelanjutan dan inklusif dalam proyek ini.

Lebih lanjut, Danang menyoroti pentingnya mencari solusi atas ketergantungan impor pangan dan energi di tengah ketidakpastian politik global. Saat ini, UGM memiliki tim riset yang fokus pada pengembangan biodiesel, bioetanol, dan energi hidrogen. Penelitian tersebut melibatkan 18 fakultas dan dua sekolah untuk menyusun kebijakan, evaluasi dampak fiskal, dan kelembagaan secara menyeluruh. UGM siap berkolaborasi dalam mencari solusi menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Kerja sama antara UGM, Kementan, dan PT SGN ini menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi KHDTK sebagai kawasan hutan pendidikan sekaligus lahan percontohan pengembangan agroforestri yang mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Pengelolaan yang terintegrasi dan berbasis riset diharapkan bisa menjadi model bagi pengembangan di kawasan lain di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.