Media Kampung – Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) turut berperan dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang dijalankan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini dimulai dengan pelatihan dasar tentang pengurangan risiko bencana dan penilaian kapasitas kerentanan yang berlangsung selama empat hari pada 16 hingga 20 Januari 2025 di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proyek kolaborasi yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun, dari 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf serta relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang mewakili Korps Sukarela PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin dari Program Studi PGPAUD dan Nur Alfiah dari Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan mereka menegaskan kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang rawan gempa bumi dan tsunami.

Proyek SCR ini difokuskan pada dua kecamatan di pesisir selatan Jember, yaitu Kecamatan Puger dan Gumukmas, yang memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi. Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, menekankan bahwa pelatihan bukan semata soal teori, melainkan juga membentuk karakter relawan yang siap bertugas dan tangguh menghadapi situasi darurat di masyarakat.

Sementara itu, Weni Catur, Koordinator School and Community Resilience (SCR), menyatakan bahwa pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman teknis mendalam sebelum peserta melakukan pendampingan langsung di lapangan. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, dan kajian risiko.

Peserta pelatihan juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, dan koordinasi respons kebencanaan agar dapat menjalankan tugas secara efektif saat berinteraksi dengan masyarakat terdampak.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, pengalaman dalam proyek internasional ini tidak hanya memperluas pengetahuan mereka tentang kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui keterlibatan dalam School Community Resilience Project, Unmuh Jember menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak terbatas di ruang akademik, melainkan juga aktif menjadi bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Program ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan peduli terhadap tantangan kebencanaan di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.