Media Kampung – Jember – Semangat memerangi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Jember kembali digelorakan melalui Jambore Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (Kipan) Jember 2.0. Kegiatan yang berlangsung pada 27 hingga 28 Juni 2026 di kawasan Rembangan ini menjadi ajang kaderisasi bagi pengurus baru Kipan Kabupaten Jember periode 2026-2028.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang melibatkan partisipasi lebih luas dari tingkat kecamatan dan sekolah, Jambore Kipan Jember 2.0 tahun ini difokuskan untuk memperkuat pondasi organisasi dan meningkatkan peran aktif kader dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkoba. Acara ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada 26 Juni.

Perwakilan Kipan Jember, Sonia Wijaya Putra dan Faiq Nizamuddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini didesain sebagai sarana pembinaan dan penguatan kapasitas. “Kami ingin menciptakan kader yang disiplin, berintegritas, dan mampu bekerja sama. Materi yang kami sampaikan mencakup edukasi bahaya narkoba, pengembangan karakter, public speaking, hingga manajemen organisasi,” ujar mereka saat hadir dalam program Jaga Malam di Pro 2 RRI Jember pada Kamis, 25 Juni 2026.

Panitia melibatkan berbagai instansi dalam penyampaian materi, di antaranya BNN Lumajang, Satgas P4GN, dan perwakilan kepolisian. Hal ini bertujuan memberikan perspektif komprehensif bagi para calon pengurus. Menurut Kipan Jember, keterlibatan pemuda dalam pencegahan narkoba sangat krusial mengingat anak muda berada dalam kelompok usia rentan terpapar pengaruh negatif, termasuk tren konsumsi zat adiktif yang terselubung. Pendekatan edukasi peer-to-peer (teman ke teman) dinilai paling efektif.

“Kami masuk ke pergaulan anak muda dengan pendekatan yang santai. Tujuannya agar mereka lebih mudah menerima informasi dan memiliki tameng untuk berani menolak ajakan menggunakan narkoba,” tambah Sonia.

Dampak penyalahgunaan narkoba tidak main-main. Selain merusak kesehatan fisik dan mental, kecanduan narkoba sering memicu efek domino seperti konflik keluarga hingga peningkatan angka kriminalitas. Kipan Jember berharap setelah jambore ini para kader semakin solid dalam mengemban tanggung jawab, sehingga progresivitas program kerja di periode kedua dapat meningkat dua kali lipat, baik dari sisi kampanye penyuluhan maupun kolaborasi dengan institusi pendidikan dan kampus.

Masyarakat Jember pun diajak turut serta menjaga lingkungan dari ancaman narkoba. “Memerangi narkoba adalah tanggung jawab bersama. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat. Jika lingkungan kita sehat dan sadar bahaya narkoba, maka masa depan generasi muda Jember akan lebih terjaga,” pungkas mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.