Media Kampung, Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah resmi melantik kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026-2031 yang terdiri dari 210 orang tokoh NU. Pelantikan ini dipimpin oleh Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu, 30 September 2026.
Di antara yang terpilih, KHR Achmad Azaim Ibrahimy masuk dalam jajaran Pengurus Rais Syuriah PBNU. KHR Azaim, yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, adalah sosok baru dalam kepengurusan ini meskipun telah dikenal luas di kalangan organisasi NU. Ia adalah cucu dari Pahlawan Nasional KHR Asad Syamsul Arifin, salah satu tokoh penting dalam pendirian Nahdlatul Ulama.
Kepengurusan baru ini juga mencakup nama-nama ulama terkemuka lainnya seperti Prof. Dr. Nazaruddin Umar, KH Muhammad Cholil Nafis, dan Prof. Dr. KH. Asrorun Niam Sholih. Posisi Katib Aam dipegang oleh Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA.
Saat dikonfirmasi mengenai pelantikannya, KHR Achmad Azaim Ibrahimy menyatakan kesediaannya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. Ia berharap mendapatkan petunjuk dari Allah SWT dalam menjalankan tugasnya selama lima tahun ke depan. “Bismillahi maasyaAllah laahawlawalaa quwwata illa billahilaliyyiladhiem,” ungkapnya.
Selain KHR Azaim, Kiai Afifuddin Muhajir juga terpilih kembali sebagai Wakil Rais Aam PBNU, mendampingi KH Miftachul Akhyar yang kembali terpilih sebagai Rais Aam. Kiai Afifuddin, yang dikenal sebagai pakar dalam metodologi hukum Islam, sebelumnya telah menjabat dalam berbagai posisi di PBNU dan diakui sebagai figur yang berpengaruh dalam diskusi mengenai isu-isu keagamaan dan kebangsaan di Indonesia.













