Media Kampung, Palembang – Sebanyak 99 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, mengikuti pelatihan budidaya sawit berkelanjutan yang digelar selama enam hari di Palembang. Program ini merupakan kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.
Pelatihan yang berlangsung pada 14-19 Juli 2026 di Benston Hotel, Palembang, bertujuan memperkuat kemampuan teknis pekebun dalam menerapkan praktik budidaya yang produktif dan ramah lingkungan. Peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup regulasi perkebunan, penggunaan benih unggul, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemanfaatan legume cover crop (LCC), pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), pengendalian gulma, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Metode Pelatihan yang Interaktif dan Praktis
Penyampaian materi dilakukan melalui pendekatan yang memadukan ceramah interaktif, diskusi, simulasi, praktikum, dan kunjungan lapangan. Metode tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep budidaya sawit secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya langsung di kebun masing-masing.
Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta menjalani berbagai sesi praktikum yang berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis. Kegiatan tersebut meliputi pengujian karakteristik pupuk melalui proses pelarutan, penggunaan pH meter dan kertas lakmus untuk mengukur tingkat keasaman tanah sebagai dasar rekomendasi pengelolaan lahan, penggunaan alat ponjok pada proses pembibitan, hingga praktik pengajiran guna menentukan titik dan jarak tanam sesuai standar budidaya.
Kunjungan Lapangan ke PPKS Sembawa
Rangkaian pelatihan juga diperkuat melalui kunjungan lapangan ke PPKS Sembawa, tempat peserta mempelajari secara langsung praktik pengelolaan perkebunan kelapa sawit pada tiga tahapan utama: area pembibitan (nursery), Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), dan Tanaman Menghasilkan (TM).
Di lokasi pembibitan, peserta mempelajari tata kelola benih dan bibit unggul sesuai standar teknis. Selanjutnya di areal TBM, peserta mengamati teknik pemeliharaan tanaman muda, mulai dari pengendalian gulma hingga upaya mendukung pertumbuhan vegetatif. Sementara di areal TM, peserta mempelajari praktik pemangkasan (pruning), pengamatan kondisi tanaman, serta teknik pemeliharaan yang berorientasi pada peningkatan produktivitas kebun.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan berbagai instansi. Hadir mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), M. Apuk Ismane selaku Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan. Turut hadir mewakili Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Mula Putra selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma. Selain itu, kegiatan juga dihadiri Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Herlan Kagami, serta Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Rawas, Kgs. M. Effendi Fery.
Untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri, pelatihan menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang perkebunan kelapa sawit. Mereka membagikan hasil penelitian, pengalaman lapangan, serta praktik terbaik yang dapat diterapkan pada perkebunan rakyat.
Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian pelatihan berlangsung. Berbagai persoalan teknis yang selama ini dihadapi pekebun, mulai dari pemilihan benih unggul, persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, hingga strategi pemupukan yang efisien, menjadi topik utama dalam sesi diskusi bersama narasumber.
Melalui kombinasi pembelajaran teori, praktikum, dan observasi lapangan, peserta diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menerapkan teknik budidaya sawit secara tepat setelah kembali ke daerah masing-masing. BPDP bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan IPB Training menegaskan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia perkebunan. Peningkatan kompetensi pekebun diharapkan mampu mendorong produktivitas kebun rakyat di Kabupaten Musi Rawas sekaligus memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan pekebun.














Tinggalkan Balasan